alexametrics
Kamis, 01 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Gibran-Teguh & Bagyo-Supardjo Sama-Sama Mengaku Tak Punya Uang

16 September 2020, 21: 10: 45 WIB | editor : Perdana

Pasangan Gibran-Teguh dan Bagyo-Supardjo saat membaca deklarasi, beberapa waktu lalu.

Pasangan Gibran-Teguh dan Bagyo-Supardjo saat membaca deklarasi, beberapa waktu lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Dua pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surakarta sama-sama mengaku tak mengeluarkan anggaran besar untuk maju di Pilkada 2020. Namun, mereka enggan menyebutkan nominalnya.

Ketua DPC PDIP F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, kampanye pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa tak akan menggunakan banyak anggaran. Dia menyebut akan meminimalkan seluruh pengeluaran untuk memenangkan Gibran-Teguh.

"Dana kampanye kami gotong royong. Intinya kami keluarkan sekecil-kecilnya," kata Rudy, Rabu (16/9).

Anggaran kampanye, lanjut Rudy, tidak akan digunakan untuk rapat terbuka maupun tampil di berbagai media. Fokus kegiatan selama masa pandemi adalah membantu masyarakat mengurangi dampak Covid-19, khususnya di bidang ekonomi.

"Jadi kami tidak akan kampanye, tetapi lebih fokus soal pandemi. Kalau warga butuh masker ya kita bantu masker, perlu sembako dibantu sembako. Semangatnya adalah bangkit dari keterpurukan selama pandemi," jelasnya.

Sementara itu, bakal calon wali kota dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono enggan membeberkan jumlah dana yang digunakan selama mengikuti Pilkada 2020. 

“Kalau penjahit kampung itu berapa to, Mas? Nanti kan tahu. Kami ini maju sebagai pendidikan politik yang benar karena tidak boleh menggunakan politik uang," kata Bagyo.

Dia justru merasa berhutang budi kepada masyarakat dan siap mendengarkan aspirasi warga jika nantinya terpilih. Menurut dia, pasangan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) yang maju melalui jalur perseorangan merupakan koalisi rakyat. 

“Artinya nglurug tanpa bolo. Visi misi yang disampaikan sangat berbeda dan menjamin tidak akan menggunakan politik uang. Relawan yang mengusung Bajo justru iuran dan murni dari rakyat. Sehingga Bajo juga tidak mengharapkan dukungan dari partai politik," tandas Bagyo. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya