alexametrics
Kamis, 01 Oct 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Perajin Rotan Desa Trangsan Dilatih Fotografi & Pemasaran Digital

16 September 2020, 21: 34: 06 WIB | editor : Perdana

Perajin rotan Desa Trangsan mendapat pelatihan fotografi untuk memotret produk-produk mereka.

Perajin rotan Desa Trangsan mendapat pelatihan fotografi untuk memotret produk-produk mereka. (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Sebagai desa wisata, Trangsan telah berhasil menguasai pasar nasional melalui produk rotan mereka. Bahkan telah menembus pasar ekspor. Agar tetap mampu bersaing di pasar global, diperlukan peningkatan keterampilan bagi para perajin di desa tersebut.

Oleh sebab itu, tim penelitian dan pengabdian masyarakat grup riset Desain Komunikasi Visual Media Interaktif Sekolah Vokasi UNS Solo membuat program pengabdian masyarakat melalui skema hibah riset grup (HRG). Program pengabdian masyarakat tersebut terdiri dari workshop fotografi produk dan workshop pemasaran digital. Tim ini diketuai Nidyah Widyamurti, dengan anggota Hermansyah Muttaqin, Jauhari, Arif Ranu Wicaksono, dan Lalita Gilang. 

Kepala Desa Trangsan Mujiman mengatakan, anak-anak muda yang memutuskan menjadi perajin ini sangat memerlukan ilmu terkait fotografi dan pemasaran untuk menunjang promosi produk mereka. Hal tersebut diamini oleh jajaran pengurus klaster rotan dan perangkat desa yang lain. 

“Desa Trangsan ini memang perlu media promosi untuk memperluas pangsa pasar dari produk-produk rotan kami. Baik itu di dalam negeri maupun luar negeri. Perlu adanya publikasi melalui media online, seperti media sosial, marketplace, dan website,” ujar Mujiman yang juga menjabat ketua klaster rotan Desa Trangsan itu.

Kegiatan pengabdian dibagi menjadi dua workshop, yaitu foto produk dan pemasaran online. Workshop foto produk dilaksanakan pada Minggu (16/8). Setelah mengikuti workshop ini, diharapkan peserta mendapatkan pengetahuan baru mengenai dasar fotografi. Sehingga dapat menunjang para perajin memamerkan produk mereka melalui media online dengan foto yang estetik dan menarik.

Program pengabdian selanjutnya adalah pemasaran online yang diselenggarakan pada Minggu (23/8). ”Dua kegiatan workshop ini dipilih karena daerah Trangsan terkenal akan kerajinan rotan. Dengan adanya pelatihan fotografi produk dan pemasaran online diharapkan dapat mempermudah para perajin dalam memperluas jaringan penjualan kerajinan rotan secara online,” ujar Ketua tim Nidyah Widyamurti.

Pada workshop pemasaran online para peserta didampingi, mulai dari memasang titik lokasi bisnis mereka di Google Map. Kemudian membuat WhatsApp bisnis dan Instagram bisnis, serta ikut di marketplace. Pemanfaaatan aplikasi untuk mendukung bisinis ini berkaitan denga workshop foto produk. Karena semua media bisnis online tersebut membutuhkan foto produk yang bagus dan estetik sehingga menarik para calon konsumen.

“Kegiatan dan program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberi pengetahuan baru bagi para perajin di Desa Wisata Trangsan. Sehingga produk kerajinan rotan dari Desa Trangsan terus bertahan dalam menghadapi persaingan global,” tandas Nidyah. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya