alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Sehari, BPBD Sragen Temukan Dua Jasad di Sungai Bengawan Solo

17 September 2020, 05: 54: 19 WIB | editor : Perdana

Relawan mengevakuasi jasad dari Sungai Bengawan Solo wilayah Sambungmacan kemarin (16/9).

Relawan mengevakuasi jasad dari Sungai Bengawan Solo wilayah Sambungmacan kemarin (16/9). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Dalam sehari, Sungai Bengawan Solo menelan dua korban jiwa. Wijayadi, 30, ditemukan tak bernyawa di sekitar Jembatan Sapen, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi. Sementara korban kedua, Dirin, 13, ditemukan dalam kondisi sama di Cemeng, Kecamatan Sambungmacan.

Wijayadi sudah dikabarkan hilang di sekitar Jembatan Sapen sejak Selasa siang (15/9). Lantas dilakukan pencarian oleh tim relawan. Jasad korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi sepeda motor korban, Rabu (16/9) pukul 06.00.

Kabarnya, Wijayadi pergi dari rumah di Dusun Sigit, Desa Sigit sejak Senin (14/9). Diduga korban sengaja bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo.

Kapolsek Gesi Iptu Teguh Purwoko mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael menjelaskan, tidak ada saksi yang melihat korban sengaja melompat di Sungai Bengawan Solo. Hanya saja, ada saksi yang melihat orang gelisah di sekitar Bengawan Solo. 

”Korban meninggalkan satu unit sepeda motor Suzuki Shogun R warna hitam berpelat nomor AD 4880 HA, sebuah helm dan masker,” terangnya.

Kapolsek menyampaikan, hasil pemeriksaan fisik, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Aksi korban diduga karena motif masalah ekonomi.  

Terpisah, tim relawan juga melakukan evakuasi jenazah Dirin, 13, warga asal Dusun Taskrerep, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan. Korban awalnya menyeberang Sungai Bengawan Solo menggunakan batang pisang bersama temannya. Niat korban semula akan memancing di Bengawan Solo.

Namun, saat berada di tengah sungai, batang pisang yang ditumpangi lepas dan dia hanyut. Rekannya tidak bisa menolong saat korban tenggelam. 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono mengatakan, evakuasi berjalan lancar. Upaya evakuasi bisa terkondisi pukul 11.30. Ada 36 personel yang membantu evakuasi jenazah korban.

”Penyebabnya korban tidak bisa berenang. Dalam sehari ini kami melakukan dua evakuasi di Bengawan Solo,” tuturnya. (din/bun/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia