alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Kecamatan Colomadu Catat Kasus Covid Tertinggi di Karanganyar

17 September 2020, 06: 19: 46 WIB | editor : Perdana

Jajaran Forkopimca Jatipuro sosialisasi wajib masker di Pasar Jatipuro, Rabu (16/9).

Jajaran Forkopimca Jatipuro sosialisasi wajib masker di Pasar Jatipuro, Rabu (16/9). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Peraturan bupati (Perbub) untuk penetapan penentuan zona wajib masker dan denda bagi pelanggar protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 segera diterbitkan. Hal tersebut mengingat kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan harus ditingkatkan. Apalagi Kabupaten Karanganyar masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

Penerapan sanksi tersebut diutamakan di sejumlah tempat usaha, seperti mal dan perusahaan. Lalu pelayanan publik seperti perkantoran lingkungan pemerintah Kabupaten Karanganyar.

”Perbup untuk zona wajib masker saat ini suah kami siapkan. Oleh karena itu, saya minta kepada camat, kapolsek, dan danramil di 17 kecamatan mulai saat ini harus greteh untuk melakukan sosialisasi dalam penerapan protokol kesehatan. Karena bulan depan akan serentak kita lakukan penerapan sanksi denda,” terang Bupati Juliyatmono saat video teleconference bersama jajaran forkompimca 17 kecamatan, kemarin (16/9).

Bupati menambahkan, kasus Covid-19 terbesar saat ini masih berada di Kecamatan Colomadu. Sementara kasus paling sedikit di Kecamatan Jatipuro. Tingkat kesembuhan dari 389 kasus mencapai 81,5 persen.

”Sebanyak 317 orang telah sembuh dari corona, makanya saat ini posisinya dalam keadaan sedang. Untuk yang saat ini terpapar, masih 53 orang yang diketahui positif. Isolasi mandiri sebanyak 26 orang, kemudian rawat inap 27, sembuh 317, dan meninggal 19 orang,” imbuh bupati.

Di sisi lain, Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi menjelaskan, kesadaran masyarakat menggunakan masker dalam aktivitas sehari – hari sudah mulai meningkat.

”Operasi yustisia itu nanti akan kami lakukan lebih tegas lagi. Menungu perbup dari Pak bupati. Kalau masih ada yang nekat dan melanggar di lokasi yang telah ditetpakan sebagai zona wajib masker, kami tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi yang lebih tegas,” papar kapolres.

Sejumlah camat juga gencar menggelar sosialisasi penekanan pemakaian masker di sejumlah pasar dan kantor pelayanan publik.

”Bulan depan pemerintah benar-benar akan melakukan operasi yustisia. Maka dari itu, untuk mengawali hal ini, kami mengharapkan masyarakat tetap menaati peraturan. Kami berikan masker secara gratis, dengan harapan nanti sewaktu-waktu bisa dipakai,” jelas Camat Jatipuro Murseno. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia