alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Proteksi Ketat, Pemain Persis Wajib Tes Swab & Dilarang Kelayapan

17 September 2020, 19: 07: 15 WIB | editor : Perdana

Winger Persis Solo Nanang Asripin (kanan) hendak dihalau pemain PS Puma, saat beruji coba di Lapangan Klumprit, Sukoharjo, sebelum pandemi.

Winger Persis Solo Nanang Asripin (kanan) hendak dihalau pemain PS Puma, saat beruji coba di Lapangan Klumprit, Sukoharjo, sebelum pandemi. (MEDIA OFFICER PERSIS FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kompetisi Liga 2 2020 yang akan mulai digulirkan 17 Oktober mendatang, siap menerapkan beberapa hal  teknis terkait protokol kesehatan. Dokter tim Persis Solo, Iwan Wahyu Utomo mengikuti acara medical workshop dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 2, melalui aplikasi Zoom, kemarin (16/9).

Dia mengakui bahwa ada beberapa ketentuan yang harus dijalankan oleh tim peserta. Mulai dari tes swab sebelum kompetisi berjalan yang menggunakan biaya pribadi klub. Dan selama babak penyisihan Liga 2 akan digelar empat kali tes swab yang dibiayai oleh PT LIB.

“Hingga hari ini saya belum bisa memastikan kapan tim akan menjalankan tes swab karena menunggu arahan dari manajemen untuk menentukan jadwal pengumpulan pemain dulu. Saya harap secepatnya pemain bisa dikumpulkan, mengingat kompetisi tinggal sebulan lagi. Waktu sudah sangat mepet,” ujar Iwan kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Rencananya setelah pemain dikumpulkan, satu dua hari kemudian langsung digelar tes swab. Butuh dua hari untuk menanti hasil swab tersebut. Ketika hasil sudah muncul, pemain diperbolehkan untuk kembali memulai latihan.

“Nanti yang tes di tim Persis bisa lebih dari 40 orang, mulai dari pemain, tim kepelatihan, official, hingga manajemen. Sebelum  menuju ke Cilacap (tuan rumah grup 2). Setelah menjalani tes swab, tim akan menjalani rapid test tiap seminggu sekali,” terangnya.

Pergerakan pemain di luar hotel dan lokasi latihan juga akan diperketat. Pemain diharapkan tidak sering-sering keluar untuk kelayapan. Hal ini lantaran tim diproteksi untuk sehat dan terbebas dari Covid-19.

”Lebih baik kalau mau jajan, beli online saja. Kalaupun terpaksa keluar, harus menggunakan masker dan siap hand sanitizer. Intinya, PSSI dan PT LIB menerapkan regulasi ketat ini agar kompetisi berjalan lancar. Diharapkan memang tak ada klaster sepak bola yang muncul ke depannya,” ucap Iwan.

“Saya juga berharap ketika nanti tim sudah berkumpul dan menerapkan proteksi terkait kesehatan, suporter bisa memaklumi untuk menjaga jarak, khususnya saat ingin menonton Persis latihan. Ini untuk kebaikan bersama,” sambungnya.  

Sementara itu, regulasi saat kompetisi berjalan nanti juga diperketat. Jumlah orang yang hadir di dalam stadion hanya sekitar 272 orang. Itu melingkupi pemain, manajemen, tim pelatih, dan official tim kedua kubu. Ditambah perangkat pertandingan, pihak keamanan, panpel, dan juga wartawan.

“Anak gawang hanya dibatasi enam orang, fotografer yang duduk di pinggir lapangan juga nanti dibatasi. Sebagian besar diharuskan duduk di tribun penonton,” ujarnya.

Teroisah, manajemen Persis belum juga memberi kepastian kapan tim akan dikumpulkan. “Setelah adanya hasil medical workshop ini, saya berharap manajemen pusat bisa memberikan kepastian kapan tim akan berkumpul. Saya harap sebelum Sabtu atau Minggu pemain bisa dipanggil untuk dikumpulkan,” ungkap Manajer Persis Solo Hari Purnomo. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP