alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Elektabilitas Ridwan Kamil Salip Anies, dalam Survei Capres 2024

17 September 2020, 20: 05: 32 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jawa Barat Anies Baswedan bersaing ketat dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam survei capres 2024 oleh Polmatrix.

Gubernur Jawa Barat Anies Baswedan bersaing ketat dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam survei capres 2024 oleh Polmatrix.

Share this      

JAKARTA – Tingkat elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berhasil menggeser Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam survei yang dilakukan oleh Polmatrix. Sementara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih bertengger paling atas di angka 18,5 persen dalam survei capres 2024 tersebut.

Namun demikian, Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Rabu (17/9), mengatakan, elektabilitas Prabowo ini sedikit turun dari survei pada Mei lalu. Di mana saat itu tingkat elektabilitasnya sebesar 18,9 persen.

Di bawah Prabowo ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang elektabilitasnya naik tipis. Yakni dari 13,7 persen menjadi 13,9 persen.

“Perubahan signifikan terjadi pada posisi ketiga, di mana sebelumnya diduduki oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kini tergeser oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,” ujar Dendik..

Elektabilitas Anies turun dari 12,8 persen menjadi 10,6 persen. Sementara gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil itu melonjak dari 7,9 persen menjadi 11,1 persen. Pergerakan elektabilitas Kang Emil yang melaju cepat menyalip Anies ini terekam dalam periode empat bulan, sejak survei sebelumnya yang dilakukan pada Mei 2020.

“Konfigurasi baru pertarungan elite politik menampilkan tiga besar menuju 2024, yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil,” papar Dendik.

Menurut dia, pergeseran elektabilitas Kang Emil yang menggeser posisi Anies ini menarik untuk dicermati. Sebab, rivalitas antara kedua kepala daerah yang masih bertetangga itu juga mendorong kompetisi dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan. 

“Sementara itu, elektabilitas Khofifah (Khofifah Indar Parawansa) sedikit turun dari 5,6 persen menjadi 5,2 persen, sedangkan Risma (Tri Rismaharini) merosot dari 3,0 persen menjadi hanya 1,6 persen. Seperti halnya Kang Emil, sosok Khofifah lebih dinilai positif dibandingkan Risma,” papar Dendik.

Selain gubernur Jatim dan wali kota Surabaya itu, figur lainnya yang muncul dalam survei masih relatif stabil, meski ada perubahan sedikit. Seperti mantan cawapres Sandiaga Uno yang turun sedikit dari 8,6 persen menjadi 8,4 persen. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dari 2,7 persen menjadi 2,5 persen. 

Hanya menteri BUMN Erick Thohir yang merosot dari 3,6 persen menjadi 1,2 persen dan Menko Polhukam Mahfud MD dari 1,6 persen menjadi 1,0 persen.

Di tengah stagnansi tersebut, ada figur baru yang ternyata berhasil mencuri perhatian publik, yakni Giring Ganesha. Mantan musisi yang terjun ke politik dan kini mengetuai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu berhasil mengantongi elektabilitas 1,6 persen.

“Tingkat elektabilitas Giring masuk dalam posisi delapan besar,” ujar Dendik.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 1-10 September 2020, dengan jumlah responden 2.000 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei dilakukan dengan menghubungi responden melalui telepon sejak 2019, yang dipilih secara acak. Margin of error survei sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpc/drx/yun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP