alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Kebakaran Pasar Cepogo, saat Kejadian Pedagang Baru Siap-Siap Pulang

18 September 2020, 06: 46: 38 WIB | editor : Perdana

Pasar Cepogo yang terbakar tadi malam.

Pasar Cepogo yang terbakar tadi malam. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Satu blok Pasar Cepogo Boyolali ludes dilalap si jago merah, tadi malam (17/9) sekitar pukul 18.30. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Saat kejadian, seluruh penghuni pasar baru saja meninggalkan pasar. Tiba-tiba api muncul dari tengah pasar yang berupa los pasar.  Dengan cepat api menjalar ke mana-mana hingga akhirnya seluruh los dan kios di satu blok pasar tradisional ini terbakar. “Api berasal dari bawah (tengah pasar),” kata Heriyanto, 36, salah seorang saksi mata. 

Saat kejadian, penjual bubur kacang ijo di salah satu kios pasar itu sedang bersiap-siap untuk pulang. Sebelum meninggalkan kios, seluruh peralatan dia bersihkan. Saat itulah dia melihat kepulan asap dan semburat merah dari tengah-tengah pasar. 

“Saya langsung minta teman saya segera memberi tahu warga lain dan melapor ke Polsek Cepogo,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan, petugas BPBD dan damkar langsung datang memadamkan api. “Selain dari damkar. Tim droping air juga diterjunkan untuk bersama-sama memadamkan api,” ujarnya. 

Upaya pemadaman ini dipimpin langsung oleh Sekertaris daerah (Sekda) Boyolali Masruri. Selain meminta warga tak memenuhi jalan, dia juga terlihat mengoordinasi pemadaman yang dilakukan seluruh pihak ini. 

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, api yang sangat besar cukup menyulitkan petugas dalam upaya pemadaman. Material yang mudah terbakar ditambah hembusan angin yang cukup kencang membuat api mudah berkobar. 

Warga sekitar dan pedagang pasar yang berjubel di sekitar lokasi juga menghambat masuknya mobil damkar ke lokasi. Melihat kondisi ini, Sekda Boyolali Masruri dan petugas lain tak henti-hentinya meminta warga menjauh. Selain itu, melalui pengeras suara petugas juga meminta warga agar menjaga protokol kesehatan. (wid/bun/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP