alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

TPS Di-regrouping, Timses Paslon: Bisa Turunkan Partisipasi Pemilih

18 September 2020, 11: 28: 13 WIB | editor : Perdana

Petuga TPS mengamati daftar nama caleg pada pemilu tahun lalu.

Petuga TPS mengamati daftar nama caleg pada pemilu tahun lalu. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

WONOGIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri me-regrouping sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember. Kebijakan tersebut disayangkan tim pemenangan pasangan calon (paslon).

Ketua KPU Wonogiri Toto Sihsetyo Adi mengatakan, sebelumnya jumlah ada sebanyak 2020 TPS. Tapi setelah pencocokan dan penelitian (coklit), bertambah tiga lokasi menjadi 2.023 TPS.

Ditambahkan Toto, memang ada beberapa TPS yang di-regrouping. Sebab itu, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan saat pemilihan gubernur.

“Waktu pilgub 2.030 (TPS). Tapi kami lakukan efisiensi, kami turunkan jadi 2.020. Setelah coklit jadi 2.023. Bisa dicek, jumlah TPS dibandingkan saat pilgub 2018 lalu yang turun cuma Wonogiri, yang lain (jumlahnya) naik,” urai Toto.

Terkait kekhawatiran potensi pemilih enggan mencoblos karena jarak TPS terlalu jauh, Toto mengatakan, untuk meningkatkan partisipasi pemilih dibutuhkan pendidikan politik. Tidak hanya oleh KPU, tapi juga elemen lainnya. 

"Ada beberapa yang lebih jauh (letak TPS dari rumah penduduk). Kan juga sesuai dengan anggaran. Kalau pengin jaraknya dekat, jumlah TPS diperbanyak, tapi anggarannya bisa naik. Kalau anggaran banyak, ya bisa dibuat 2.050 TPS," ungkap dia.

Terpisah, ketua tim pemenangan Koalisi Wonogiri Sukses Sriyono menuturkan, penggabungan sejumlah TPS menyebabkan lokasi lebih jauh dari rumah warga. “Kami yakini itu bisa menurunkan tingkat partisipasi pemilih," ucapnya. 

Sriyono menilai, letak geografis sejumlah TPS yang digabung kurang diperhitungkan. Seperti di Ngadirojo, Bulukerto, dan Puhpelem. Dampaknya, pemilih lanjut usia maupun yang tidak mempunyai kendaraan bermotor akan kesulitan mendatangi TPS.

Di lain sisi, pihaknya akan melakukan edukasi guna mendorong partisipasi pemilih. "(Pilkada) itu kan hak rakyat. Kami dorong untuk ikut menentukan pemimpinnya," tutur dia. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP