alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Jateng Perpanjang PJJ SMA/SMK, Solo: Tatap Muka, Tunggu Zona Kuning

23 September 2020, 11: 39: 17 WIB | editor : Perdana

Disdikbud Jateng saat menggelar simulasi tatap muka, beberapa waktu lalu.

Disdikbud Jateng saat menggelar simulasi tatap muka, beberapa waktu lalu.

Share this      

SOLO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai 16 Oktober mendatang. Untuk pelaksanaan simulasi tatap muka di Kota Solo juga masih menunggu sampai ditetapkan menjadi zona kuning. 

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Surakarta Agung Wijayanto mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Solo. Selain itu, pengajuan simulasi tatap muka baru bisa dilakukan ketika Kota Solo sudah berada di zona kuning. 

“Kami akan mengajukan izin jika sudah zona kuning. Melihat situasi ini, kami masih tetap menjalankan PJJ. Dan rata-rata sekolah sedang menyelenggarakan penilaian,” ungkapnya. 

Agung mengatakan, wacana tatap muka telah disiapkan tiap sekolah. Agar tidak terjadi kerancuan, sekolah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) bersama. Baik skenario pembelajaran maupun materi yang akan disampaikan. Sedangkan soal perizinan tatap muka SMA/SMK, harus menyesuaikan dengan kebijakan tingkat kota/kabupaten setempat. 

SOP yang disusun, mulai dari skenario pembelajaran, perlengkapan yang harus dibawa, dan kegiatan yang dilakukan selama di sekolah. Termasuk memperketat protokol kesehatan. Sebab, dalam pembelajaran tatap muka ini akan diberlakukan sistem shift.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua MKKS SMK Kota Surakarta Bangkit Budiarto. Simulasi tatap muka belum bisa dipastikan. Sebab, belum didapat izin dari Satgas Covid-19 Kota Surakarta. Sehingga sekolah masih mengupayakan persiapan simulasi dan memaksimalkan PJJ. 

“Simulasi KBM tatap muka belum dimulai karena KBM daring diperpanjang sampai Oktober. Kami masih menunggu izin satgas Covid-19. Dan belum ada sekolah yang ditunjuk simulasi,” ungkapnya. 

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMKN 4 Surakarta Kus Wardiyanti mengatakan, persiapan tatap muka sudah sampai tahap pematangan pedoman buku new normal. Namun, saat ini ada perpanjangan KBM online sampai Oktober mendatang. 

Pihaknya juga telah meresmikan satgas Covid-19 sekolah. Satgas ini menjadi perlindungan bagi masyarakat dengan konsep keteladanan dan kepatuhan warga sekolah. 

"Satgas ini bertujuan untuk memberikan teladan, mengingatkan dan bersama-sama memutus tali rantai di masa pembelajaran tatap muka nanti. Saat ini sarana prasarana (sarpras) sudah 95 persen dan tinggal melengkapi yang lain,” ungkapnya.

Pihaknya juga tengah mengajukan permohonan surat ke puskemas guna berkoordinasi lebih lanjut. Terutama dalam menanggulangi kejadian-kejadian di luar dugaan sewaktu pembelajaran tatap muka dijalankan. 

“Cabang dinas sudah sering berkoordinasi dengan satgas Covid-19. Memang kondisi saat ini yang belum memungkinkan di Solo. Diharapkan begitu siap, bisa mengajukan pada satgas Covid-19.  Jika disetujui, baru bisa mengadakan pembelajaran tatap muka,” ujarnya. 

Sebelumnya, Disdikbud Jateng telah melakukan simulasi tatap muka di tujuh sekolah di Jateng. Meliputi Kota Tegal, Kabupaten Temanggung, dan Wonosobo. Simulasi ini sudah dua pekan berjalan dan saat ini masuk tahap evaluasi. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP