alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Pendukung Etik-Agus Ngotot, 6 Ribu Orang Akan Datangi Pengundian Nomor

23 September 2020, 12: 28: 09 WIB | editor : Perdana

Pasangan Etik-Agus (baju putih) saat pendaftaran bapaslon di KPU Sukoharjo, beberapa waktu lalu.

Pasangan Etik-Agus (baju putih) saat pendaftaran bapaslon di KPU Sukoharjo, beberapa waktu lalu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Tim kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati Sukoharjo Etik Suryani-Agus Santosa (EA) mengaku tak kuasa membendung keinginan massa pendukung untuk ikut hadir dalam pengundian nomor urut paslon di Hotel Tosan Solo Baru, Grogol, Kamis (24/9).

Namun, mereka ditekankan untuk mematuhi protokol kesehatan. Ketua tim kampanye EA Wawan Pribadi menerangkan, banyak desakan dari relawan, pendukung, dan simpatisan untuk datang dalam tahapan pengundian nomor urut.

"Kami tidak kuasa menolak dan tidak mengajak. Tapi melihat antusiasmenya, mereka akan ikut," terang Wawan.

Karena tak kuasa menolak keinginan massa, tim kampanye menekankan agar mereka disiplin protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, jaga jarak fisik, membawa hand sanitizer, dan sebagainya. 

Apakah ini merupakan “balas dendam” atas banyaknya massa paslon rival Joko Santosa-Wiwaha Aji Santosa (Joswi) saat daftar ke KPU, belum lama ini? Wawan mengatakan, bukan itu alasannya. Tapi, dia tidak memungkiri bahwa kala itu pihaknya sangat dirugikan.

"Bukan balas dendam. Tapi kader kami sudah sering kami larang. Kalau dilarang lagi, kami takut kehilangan suara. Memang saat itu kami merasa dirugikan, mereka (paslon lain) terlihat lebih banyak. Padahal tidak demikian,” tutur dia. 

Wawan memperkirakan jumlah pendukung EA yang bakal hadir saat pengundian nomor urut mencapai 6.000 orang berasal dari 12 kecamatan. 

Terpisah, Ketua tim pemenangan Joswi, Eko Sapto mengungkapkan, mencermati kasus terkonfirmasi Covid-19, pihaknya menempatkan kepentingan keselamatan rakyat di atas segalanya. 

Eko mengaku sudah mengambil langkah preventif dengan melakukan sosialisasi kepada para pendukung, kader, dan simpatisan agar tidak datang pada pengundian nomor urut. 

“Ini juga sebagai bentuk kepatuhan kami terhadap imbauan Bawaslu, Maklumat Kapolri, dan seluruh aturan terkait larangan kerumunan saat tahapan pilkada. Kami berharap pihak-pihak lain juga memiliki kesamaan pandangan dan mengambil langkah-langkah sesuai tugas pokok fungsi masing-masing," urainya. 

Ditambahkan Eko, hal itu sekaligus melaksanakan keputusan bupati Sukoharjo tentang status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 yang di perpanjang hingga akhir September. 

“Jangan sampai membuat masyarakat bingung. Di satu sisi hajatan dilarang, di sisi lain pemangku kepentingan justru memerintahkan pengerahan massa yang berpotensi adanya kerumunan dalam jumlah fantastis," ucapnya. 

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda mengatakan, setiap tahapan pilkada diterapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. KPU membatasi pihak yang hadir dalam pengundian nomor urut. Yakni liaison officer (LO) maksimal dua orang, tim pemenangan dua orang, per parpol pengusung dua orang, dan paslon bersangkutan. Ditambah komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo.

"Itu pembatasan sesuai PKPU (Peraturan KPU). Seandainya nanti ada pengerahan massa, satpol PP, TNI-Polri siap back up gugus tugas," ucapnya.

Dia berharap semua paslon menaati regulasi tersebut. Massa pendukung paslon bisa menyaksikan pengundian nomor urut lewat media sosial resmi KPU Sukoharjo. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP