alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Dari Merah, Boyolali Jadi Zona Oranye: Risiko Penularan Covid-19 Turun

23 September 2020, 15: 51: 33 WIB | editor : Perdana

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina.

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Tingkat risiko penyebaran Covid-19 di Boyolali menunjukkan grafik turun. Artinya, status Kota Susu kini masuk kategori zona oranye. Setelah sebelumnya sempat zona merah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali per Rabu (23/9) siang, secara akumulatif kasus Covid-19 mencapai 756 orang. Dari jumlah tersebut, 594 orang di antaranya sembuh, 85 orang masih dirawat di rumah sakit, 49 orang isolasi mandiri di rumah di bawah pengawasan tim medis, serta 28 orang meninggal dunia.

“Tingkat kesembuhan di Boyolali mencapai 78 persen. Sementara persentase angka kematian di kisaran 4 persen,” terang Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina.

Wanita yang akrab disapa Lina tersebut menambahkan, Kota Susu masuk kategori zona risiko sedang penularan Covid-19. Skor indikatornya di angka 2,10. “Setelah sebelumnya masih berada di zona merah atau risiko tinggi, sekarang turun ke zona oranye,” imbuhnya.

Kabar baiknya, sejumlah kegiatan diperkirakan bakal mendapat lampu hijau. Dengan catatan masyarakat diimbau tetap melaksanakan protokol kesehatan. Di antaranya mengenakan masker, cuci tangan dengan sabun, hingga jaga jarak (physical distancing). “Terpenting, protokol kesehatan tetap dijaga oleh masyarakat dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Lina menambahkan, sejauh ini dinkes rutin mengglar swab test masal dan telah enyasar 8.201 orang. Hasilnya, hanya 775 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan 6.852 lainnya dinyatakan negatif dan 574 sisanya menunggu hasil. 

Terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali ancang-ancang mengeluarkan aturan terkait penyelenggaraan hajatan. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boyolali Suratno mengaku aturan tersebut harus segera dikeluarkan. Mengingat sebentar lagi masuk bulan baik (kepercayaan masyarakat Jawa). “Aturan hajatan masih kami bahas bersama Satgas (Satuan Tugas) Covid-19 Kabupaten Boyolali,” jelasnya.

Pemkab tidak mungkin menghalangi masyarakat yang hendak menggelar hajatan. Hanya saja, mekanisme pelaksanaannya harus diatur guna membatasi penularan Covid-19 dari klaster hajatan.

“Rencananya, hajatan tidak ada resepsi. Tamu undangan tidak diperkenankan duduk menikmati hidangan dan hiburan. Hanya diperbolehkan model banyu mili,” urainya.

Mekanismenya, tamu datang langsung memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai dan pulang. Sembari membawa pulang hidangan yang sudah dikemas. Pemkab juga tidak melarang pemilik hajatan mengadakan hiburan. 

“Ini demi kebaikan bersama. Masyarakat bisa menggelar hajat dengan baik, namun tetap menaati protokol kesehatan. Secapatnya materi ini kami diskusikan bersama jajaran terkait,” bebernya. (wid/fer/ria) 

(rs/wid/per/JPR)

 TOP