alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Tak Perlu Kuota, SD di Sukoharjo Beralih Pakai HT untuk Belajar Daring

23 September 2020, 22: 19: 11 WIB | editor : Perdana

Petugas RAPI Sukoharjo memberi tutorial cara penggunaan HT kepada guru di SDN 4 Joho, Sukoharjo.

Petugas RAPI Sukoharjo memberi tutorial cara penggunaan HT kepada guru di SDN 4 Joho, Sukoharjo. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

Mahalnya ongkos belajar daring dengan internet dan penyalahgunaan fasilitas telepon genggam oleh anak menjadi perhatian serius. Sebagai alternatif agar lebih aman, kini guru memilih menggunakan handy talky (HT). Cara ini dilakukan beberapa sekolah di Sukoharjo. 

IWAN KAWUL, Sukoharjo, Radar Solo

SULARNI mulai gundah setelah mendapat keluhan dari orang tua siswa soal borosnya kuota internet yang dipakai selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Belum lagi saat handphone (HP) harus dibawa orang tua bekerja, maka otomatis anak tidak bisa mengerjakan tugas sekolah.

Akhirnya kepala SD Negeri 4 Joho, Kecamatan Sukoharjo ini berpikir bagaimana mencari solusi agar PJJ tetap berjalan dengan baik, namun tidak membebani orang tua dan siswanya. Nah, tercetuslah ide untuk menggunakan sarana HT. Selain tidak memakan kuota internet, orang tua tidak lagi khawatir mengontrol anaknya dalam mengakses internet.

Selasa (22/90 lalu, merupakan uji coba pertama pembelajaran jarak jauh menggunakan HT. Hanya saja, untuk tahap awal baru diberlakukan kepada siswa kelas VI saja. “Ada 23 siswa. Kami bagi menjadi lima kelompok. Guru di sekolah, sedangkan siswa di satu rumah berkelompok,” kata Sularni, Selasa (22/9).

Menurut Sularni, pembelajaran dengan HT tidak mengganggu HP orang tua, lebih efisien, dan hemat. Jika ini berjalan lancar, tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan terhadap siswa kelas I sampai VI. “Sementara ini kelas IV saja, karena sudah mendekati ujian,” katanya.

Agar lebih hemat, sekolah menggandeng Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Sukoharjo. Pentolan RAPI Mulyadi mengatakan, saat ini sejumlah SD di Kartasura dan Sukoharjo kota sudah bekerja sama dengan RAPI. Pihaknya meminjamkan sejumlah perlengkapan pendukung untuk pembelajaran jarak jauh.

“Saat ini sudah banyak yang pakai HT. Kami pinjamkan alat dan kami bekali cara-caranya menggunakan HT,” kata Mulyadi.

Menurut dia, sudah lebih dari 20 alat yang dipinjamkan ke sekolah-sekolah. Pihaknya sampai kewalahan melayani sekolah yang meminjam HT. Karena keterbatasan alat ini, maka peminjaman dilakukan bergilir. 

“Harapannya ke depan pihak sekolah bisa pengadaan sendiri. Karena harganya juga cukup terjangkau. Jauh lebih murah bila dibanding beli HP. Itu belum beli kuotanya. Kalau HT tinggal isi baterai saja,” terang Mulyadi. 

Salah seorang wali murid Tri Rahmawati, 31, warga Joho, Kecamatan Sukoharjo menyebut bahwa dengan menggunakan HT akan lebih hemat. Dalam sebulan, dia bisa hemat Rp 100 ribu.

“Kalau pakai HP, untuk beli kuota biasanya habis Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu setiap bulannya. Sekarang lebih irit,” katanya.

Selain itu, saat menggunakan HP anak tidak fokus dalam belajar. Bila tidak diawasi, biasanya anak sering kali menyalahgunakan internet itu untuk bermain game dan menonton Youtube. Ini malah lebih rawan. Sebab, tidak setiap hari orang tua bisa mendampingi anaknya dalam belajar daring. Terutama bagi mereka yang sibuk bekerja. (*/bun/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP