alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Kampanye Lebih Efektif lewat Media Massa, Moeldoko: Aturan Bisa Diubah

02 Oktober 2020, 23: 50: 08 WIB | editor : Perdana

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Share this      

SLEMAN – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendorong optimalisasi kampanye Pilkada 2020 melalui media massa. Menurutnya, hal itu jauh lebih efektif untuk menyampaikan visi misi dan program para kandidat kepala daerah. Sekaligus mencegah persebaran Covid-19.

“Hasil survei menunjukkan kampanye pencegahan Covid-19 lewat media massa cukup efektif. Mencapai 67 persen,” ungkapnya di sela-sela diskusi dengan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Media Massa Jogjakarta di Hotel Marriott, kemarin.

Sejauh ini, pelaksanaan kampanye pilkada lewat media massa diatur dalam Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017. Regulasi tersebut memuat batasan-batasan kampanye lewat media massa, namun bukan terkait Covid-19. Misalnya terkait waktu efektif pemuatan materi kampanye hanya 14 hari sebelum masa tenang (pasal 34).

Forum Pimred Jogjakarta menilai pembatasan kampanye melalui media massa tersebut tak lagi relevan dengan perkembangan kasus Covid-19. Selain itu, ketentuan tersebut menghambat pasangan calon (paslon) dalam penyampaian program kampanye. Pembatasan kampanye lewat media massa dikhawatirkan akan memicu tim sukses atau pasangan calon menempuh langkah-langkah konvensional. Bahkan, bukan tidak mungkin akan tercipta kerumunan massa.

Menanggapi hal tersebut, Moeldoko menegaskan, aturan bisa diubah. Hal terpenting adalah mencegah persebaran Covid-19. “Aturan itu kan buatan manusia. Kalau menghambat, ya diubah aturannya. Lebih penting mana, membatasi dengan aturan atau melindungi masyarakat dari Covid-19,” tegas mantan panglima TNI itu.

Lebih lanjut, Moeldoko menyatakan, peran media massa sangat vital. Terutama untuk membantu pemerintah dalam upaya menginformasikan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat. “Pemerintah pasti tidak bisa bergerak sendiri. Tentu butuh peran media massa,” ucap pria yang pernah menjabat KSAD pada medio 2013. (yog/bun/ria) 

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya