alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola
3 PERSIS SOLO vs PERSIKA KARANGANYAR 1

Unggul Lawan Persika, Coach Persis Tak Gembira: Ada Penurunan Performa

07 Oktober 2020, 22: 03: 51 WIB | editor : Perdana

Striker Persis Solo Rishadi Fauzi (jersey merah) saat melawan Persika Karanganyar di Stadion UNS, Rabu (7/10) sore.

Striker Persis Solo Rishadi Fauzi (jersey merah) saat melawan Persika Karanganyar di Stadion UNS, Rabu (7/10) sore.

Share this      

SOLO – Persis Solo memetik kemenangan 3-1 atas Persika Karanganyar dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion UNS, Rabu (7/10) sore. Namun, Head Coach Laskar Sambernyawa Salahudin mengaku tak puas dengan performa pemain selama laga tersebut.

Dalam laga tadi sore, Persis memainkan hampir seluruh pemainnya. Hanya Ali Budi Rahardjo, Sansan Fauzi, Dedi Tri Maulana, dan Syahroni yang absen karena masih alami cedera. Joko Susilo juga belum merapat ke tim karena terkendala izin dari kesatuannya.

Di babak pertama, Persis memainkan pola 4-3-3. Sendry Johansyah menjaga keperawanan gawang Persis. Di depannya terdapat kuartet Andre Putra, Bruno Casimir, M. Alaik, dan Anis Mujiono. Untuk urusan tukang gedor, jadi tugas Gufroni Al Maruf, Tri Handoko, dan M. Isa. Ketiganya ditopang trio M. Shulton, Irfan Afghoni, dan kapten di laga ini, Iman Budi.

Secara permainan, sebenarnya terbilang lumayan memukau. Ada delapan peluang, empat di antaranya shoot on goal. Bahkan dua gol tercipta di 45 menit pertama.

Ya, Persis sukses unggul cepat, tepatnya sejak menit ke-9. Bola liar di kotak penalti Persika langsung dimanfaatkan Tri ‘Ndok’ Handoko untuk menjadi sebuah gol. Empat menit kemudian, heading M. Isa dari umpan crossing Andre hampir menggandakan keunggulan. Sayang, sundulannya masih bisa ditangkap Kiper Persika M. Diaz Priambodo.

M. Isa akhirnya bisa benar-benar lega. Dia sukses mencetak gol di menit ke-23. Diawali duet udara Ndok dan salah satu bek Persika. Bola mengarah ke Isa. Tanpa kawalan, pemain asal Sukoharjo tersebut menendang sekeras tenaga. Tanpa ampun tendangannya sukses menembus gawang Persika.

Ndok hampir membuat Persis unggul 3-0. Sayang, sundulannya di menit ke-34 ternyata masih membentur tiang. Skor 2-0 tak berubah. 

Di babak kedua, coach Salahudin merombak formasi. Hanya Anis yang dipertahankan. Selebihnya 10 napas baru diberi kepercayaan main. Seperti Wildan Achyar (pg), Marko Kampiay, Susanto, Golfriedo Agustinus, Yan Pieter Nasadit, Oki Derry. Kemudian Engelbert Sani, Hapidin, Rishadi Fauzi, dan Nanang Asripin. Di pertengahan babak, beberapa pemain seleksi dimainkan. 

Baru 2 menit babak kedua digelar, Rishadi unjuk gigi. Menerima umpan manis Engelbert Sani, eks penggawa Persebaya Surabaya hingga Persija Jakarta tersebut menyambut dengan tendangan keras ke pojok gawang lawan yang susah diantisipasi.

Sayang, keunggulan Persis tak terlalu membuat gembira coach Salahudin. Dia menilai malah ada penurunan performa di babak ini. Enam peluang memang tercipta. Sayang, jumlah pelanggaran lebih mencolok. Persis juga cukup sering terperangkap offside. Tercatat lima kali tim ini gundah karena keputusan wasit tersebut.

“Secara hasil tak terlalu menyenangkan. Tak ada sama sekali pemain yang terlihat menonjol. Mungkin karena faktor fisik yang belum terlalu memuaskan,” terang Salahudin.

Di sisi lain, ada empat peluang manis Persika yang sangat berpeluang jadi gol. Di antaranya tendangan Mesi dan Ikhsan Pamungkas yang membentur tiang gawang Persis. Persika hanya bisa mencetak satu gol. Itu pun melalui tendangan bebas Dimas Adik Triwibowo di akhir laga, tepatnya di menit ke-85.

“Babak pertama kami bisa menakan. Tapi di babak kedua kenapa bisa ganti ditekan. Ini yang jadi catatan. Padahal, pemain yang main di babak pertama dan kedua beban latihannya sama. Saya harap ada perubahan ke depannya,” terang Salahudin. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP