alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Jalur Ganda KA Lintas Selatan Beroperasi, 550 Km dari Cirebon-Jombang

08 Oktober 2020, 23: 34: 55 WIB | editor : Perdana

Menhub Budi Karya Sumadi meresmikan jaluar ganda lintas selatan Jawa di Stadion Solo Balapan, Kamis (8/10).

Menhub Budi Karya Sumadi meresmikan jaluar ganda lintas selatan Jawa di Stadion Solo Balapan, Kamis (8/10). (BKIP KEMENHUB FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI) Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian parsial jalur ganda lintas selatan Jawa di Stasiun Solo Balapan, Kamis (8/10). Total proyek sepanjang 694 kilometer (km) ini menghabiskan APBN Rp 10 triliun. Setelah pembangunan jalur ganda rute utara pada 2014 lalu, saat ini telah ada jalur sepanjang 550 km dari Cirebon, Purwokerto, Kroya, Jogjakarta, Solo, Madiun, dan Jombang.

“Proyek ini masih menyisakan jalur sepanjang 65 km untuk rute Jombang, Mojokerto, dan Wonokromo. Harapannya dapat diselesaikan dalam waktu dekat, setahun sampai dua tahun mendatang,” ungkapnya dalam sambutan yang ditayangkan virtual pada aplikasi Zoom.

Jalur ini terbentang mulai dari Cirebon, Prupuk, Purwokerto, Kroya, Gembong Kutoarjo, Jogjakarta, Solo, Kedung Banteng, Madiun, Jombang, Mojokerto, Wonokromo, sampai Surabaya. Menhub menyebut jika proyek tersebut terlaksana artinya pemerintah berhasil menyatukan tiga aglomerasi, yaitu Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), Jogjakarta-Solo-Semarang (Joglosemar), dan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertosusila).

“Keberadaan jalur ganda tersebut mampu menaikkan jumlah kereta api yang melintas hingga hampir dua kali lipat per hari, yaitu dari 172 per hari sebelum 2015. Dan saat ini menjadi 221 kereta api,” katanya.

Selain mampu menghubungkan ratusan kilometer, ada tiga terowongan panjang yang dibangun pada proyek ini. Yaitu Terowongan Notog, Kebasen, dan Ijo. Menurut Budi Karya, ini merupakan proyek multiyears yang dilakukan secara telaten, kontinyu, dan merupakan salah satu agenda Nawacita milik Presiden Joko Widodo.

“Rute tersebut menjadi salah satu prioritas. Mengingat keberadaan rel ganda tidak hanya untuk sektor ekonomi, tapi juga mobilitas masyarakat. Kita tahu presiden punya lima Bali baru, salah satunya Candi Borobudur di Magelang. Wisatawan yang mendarat di Surabaya, Solo bisa dengan mudah ke Borobudur dengan memanfaatkan jalur ganda ini,” bebernya.

Menhub menambahkan, setelah pembangunan jalur ganda KA lintas utara Jawa selesai dan beroperasi penuh pada 2014, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perkeretaapian berupaya mempercepat penyelesaian jalur ganda KA lintas selatan Jawa sejak 2015.

Dari sisi pendanaan, pembangunan jalur ganda KA lintas selatan Jawa bersumber dari surat berharga syariah negara (SBSN) dengan kontrak multiyears yang dimulai sejak 2013. Skema pembiayaan SBSN ini merupakan salah satu skema pembiayaan inovatif yang diambil Pemerintah guna melakukan percepatan pembangunan di tengah keterbatasan APBN.

“Proyek-proyek infrastruktur kereta api yang dibiayai melalui skema SBSN ini telah memiliki dampak yang cukup baik pada peningkatan level of service kereta api dari berbagai aspek. Seperti pengoperasian, pelayanan, dan keselamatan,” sambungnya.

Kemenhub terus berupaya mewujudkan konektivitas nasional yang andal, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah. Salah satunya dengan melakukan pembangunan di sektor perkeretaapian. Sebab, kereta api merupakan transportasi mssal yang ramah lingkungan, memiliki kepastian jadwal, dan tingkat keselamatan yang tinggi.

“Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur perekeretaapian menjadi yang terbesar dalam dua tahun terakhir, yaitu sekitar Rp 17 triliun pada tahun anggaran 2019 dan sekitar Rp 10 triliun pada tahun anggaran 2020,” pungkas Budi Karya. (aya/bun/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP