alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

KRL Solo-Jogja Beroperasi Januari 2021, Lebih Cepat dari Prameks

10 Oktober 2020, 07: 35: 59 WIB | editor : Perdana

PT KAI siap mengoperasikan KRL Solo-Jogja mulai Januari 2021.

PT KAI siap mengoperasikan KRL Solo-Jogja mulai Januari 2021. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kereta rel listrik (KRL) relasi Solo-Jogja direncanakan mulai resmi beroperasi pada Januari 2021. Nantinya, KRL ini akan menggantikan kereta api (KA) lokal Prambanan Ekspress (Prameks). KRL diklaim akan lebih cepat daripada KA Prameks, dengan kecepatan maksimal 90 kilometer (km) per jam. Dan akan berhenti di semua stasiun antara Solo dan Jogja, atau sebanyak 11 stasiun.

“KA Prameks saat ini kecepatan maksimalnya hanya 70 km per jam. KRL lebih cepat. Waktu tempuhnya sama, sekitar 82 menit. KRL berhenti di semua stasiun untuk mengangkat perekonomian di stasiun. Perbedaan lainnya, KRL berjalan menggunakan listrik dan pembayarannya cashless,” beber Direktur Operasional dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wawan Ariyanto saat berkunjung ke Kota Solo, kemarin.

Daya tampung kereta tiap 1 meter sebanyak enam orang. KRL ini akan memuat lebih banyak penumpang. Satu kereta sekitar 200 penumpang. Untuk tiket, KRL memakai gate e-ticketing. Sebab, metode pembayarannya wajib cashless. Tiket menggunakan kartu multitrip. Rencananya, tarif KRL Solo-Jogja sama dengan KRL Jabodetabek. Yakni, Rp 3 ribu untuk 1-25 km pertama. Kemudian pada 10 km berikutnya dan kelipatannya bertambah Rp 1 ribu.

Prasarana KRL Solo-Jogja merupakan milik pemerintah. Sementara PT KCI bertugas mengelola sarananya. Wawan menyebut, rangkaian kereta menggunakan produk dalam negeri buatan PT Inka. Saat ini sudah siap empat train set. Direncanakan ada 10 KRL. Sehingga total ada 40 kereta.

“Tahap awal 2021, perjalanan KRL masih sama dengan KA eksisting, Prameks. Kalau memang kebutuhannya semakin banyak dan kapasitas lintasnya memungkinkan, akan kami tambah. Kami akan melihat perkembangan pasar dulu,” jelasnya.

Pada awal November mendatang, akan dilakukan uji coba KRL untuk lintas Jogja-Klaten. Awal 2021, lintas Jogja-Solo sudah bisa beroperasi. Selama masa transisi, KA Prameks masih tetap berjalan sebanyak 10 perjalanan pulang pergi.

“Ke depan kami rencanakan ada integritas dengan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (Kabias),” sambung Wawan.

Senior Manager PT KCI Wilayah VI Dedy Setiawan berharap kehadiran KRL semakin meningkatkan minat pengguna KA Prameks di daop VI. Bahkan, sampai ke daop V. Dan tidak menutup kemungkinan diperpanjang sampai Kroya.

“KRL yang akan digunakan sudah pernah dioperasikan di Jabodetabek. Sebelum digunakan, sudah mengalami revitalisasi. Sehingga ketika dioperasikan di daop VI bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang,” imbuhnya.

Dedy mengatakan, pihaknya akan memberikan sentuhan baru di daop VI yang belum pernah ada sebelumnya. Sebut saja, akan ada passenger servis di stasiun saat penumpang masuk gate. Juga ada pengawalan kereta (walka) di dalam KRL.

“Saat ini kami menunggu pengerjaan listrik aliran atas (LAA). Sehingga baru pada 3-9 November dilakukan uji coba KRL Jogja-Klaten tanpa penumpang. Rencananya, 10 November sudah mulai operasi KRL Jogja-Klaten. Kemudian per 1 Januari nanti Jogja-Solo sudah full KRL. Tahap kedua Klaten-Solo sambil terus bertahap penyelesaiannya,” ungkapnya.

Manajer Humas PT KAI Daop VI Jogjakarta Eko Budiyanto mengaku KRL cuma ada dua di Indonesia, yakni Jabodetabek dan Jogja-Solo. (aya/bun/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP