alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Paslon Sukoharjo Bisa Kampanye Tiap Hari, Dilarang Ajak Lansia & Bumil

10 Oktober 2020, 22: 22: 15 WIB | editor : Perdana

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda (dua dari kiri) pimpin rapat koordinasi, kemarin.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda (dua dari kiri) pimpin rapat koordinasi, kemarin. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo mengubah jadwal kampanye pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati yang awalnya bergantian, menjadi bisa dilakukan setiap hari. Kebijakan tersebut berlaku per Jumat (9/10). 

“Jadwal kampanye sebelumnya hanya mengatur rapat umum. Karena tidak ada rapat umum, maka jadwal kampanye bergantian sebelumnya dicabut,” kata Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda.

Bagaimana jika paslon berkampanye pada jam dan tempat yang sama? Nuril menerangkan, kampanye mengacu surat tanda terima pemberitahuan (STTP) yang diajukan. Artinya, dari STTP tersebut dapat diketahui paslon mana yang terlebih dahulu melaporkan lokasi kampanye.

Sementara itu, selama pandemi, ada batasan dan larangan yang tidak boleh dilakukan paslon saat kampanye. Yang diizinkan hanya pertemuan terbatas tatap muka dan sistem online. Pertemuan terbatas maksimal diikuti 50 orang.

“Kami meminta para paslon tidak melibatkan orang tua yang tidak produktif ikut kampanye. Maksudnya, kalau sakit, jalan saja nggak bisa, ya tidak usah diajak. Kemudian, ibu hamil dan ibu menyusui juga tidak perlu dilibatkan. Hal-hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19," urai Nuril.

Terpisah, Divisi Hukum, Humas, Data, dan Informasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo Muladi Wibowo mengatakan, sejak jadwal kampanye berubah, banyak tembusan STTP yang masuk ke Bawaslu. Dalam sehari, paling banyak tercatat 60 agenda kampanye per paslon.

"H-7 (kampanye) harus sudah menyampaikan STTP dari kepolisian, lalu tembusannya ke KPU dan Bawaslu," ucapnya. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP