alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Klub Liga 1 & 2 Diundang ke Jogja, Nasib Kompetisi Ditentukan Besok?

12 Oktober 2020, 12: 49: 54 WIB | editor : Perdana

Bek Persis Solo Anis Mujiono membuang bola, dan hendak direbut pemain Persika Karanganyar saat uji coba di Stadion UNS, Rabu (7/10).

Bek Persis Solo Anis Mujiono membuang bola, dan hendak direbut pemain Persika Karanganyar saat uji coba di Stadion UNS, Rabu (7/10). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Masa depan kompetisi bergengsi di Indonesia, sepertinya akan ditentukan di Jogja, besok (13/10). Yang mana manajemen Liga 1 dan Liga 2 rencananya akan dikumpulkan di salah satu hotel di sana untuk membahas beberapa keputusan. Soal isi pembicaraan dan kemungkinan keputusannya, manajemen Laskar Sambernyawa belum bisa memastikan.

”Kami tentu tak tahu keputusannya akan seperti apa. Yang pasti tentu akan membahas soal masa depan kompetisi. Harapan kami tentu inginnya tetap bisa dilanjutkan. Sebab, kami sudah kepalang mengeluarkan banyak dana untuk kembali mengumpulkan pemain,” terang Manajer Persis Solo Hari Purnomo.

Tak hanya Persis, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi juga sangat menantikan pertemuan dengan PSSI dan LIB. Yoyok mengakui, klub ikut pusing karena situasi ini membuat finansial tim merugi. ”Semakin cepat ada keputusan, akan semakin baik,” ujarnya.

Hampir semua tim tentu bimbang bukan kepalang saat ini. Bagaimana tidak, kompetisi liga terancam tak bisa digelar. Izin dari Polri memang jadi pegangan. Terakhir, rencana kompetisi digelar November pun belum bisa jadi pegangan.

Semua tim tentu waswas, andaikata  kompetisi tak jadi digelar. Pelaku sepak bola tentu tak ingin nasibnya sama seperti kompetisi bola basket profesional. Yang mana Indonesian Basketball League (IBL) 2020 resmi dibatalkan karena pandemi Covid-19 di Indonesia yang tak kunjung reda.

Jika kompetisi Liga 1 maupun Liga 2 tak jadi digelar, beberapa klub menyatakan akan meminta PSSI dan PT LIB untuk tanggung jawab. Apalagi klub-klub sudah terlanjur mengumpulkan pemain dan menggelar latihan saat keluar keputusan liga digelar Oktober, beberapa waktu lalu

Saat ini, Sekretaris Persiraja Rahmat Djailani meminta beberapa poin untuk diperjelas. Yang pertama, tentu meminta kejelasan kompetisi. ”Yang kedua soal ganti rugi. Kami sudah keluar uang banyak untuk persiapan.  Tapi, kami juga minta hitung-hitungan materiel juga kalau liga tidak ada. Bukan hanya pengeluaran saat persiapan, tapi selama kami di Jogja ini, harus jelas hitung-hitungannya,” tuturnya.

Di lain sisi, tak hanya peserta Liga 1 dan Liga 2 yang tengah galau. Klub Liga 3 juga merasakannya. Pekan lalu, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim memutuskan meniadakan kompetisi Liga 3 karena pandemi. Situasi ini tentu saja membuat klub Jateng yang sudah membentuk tim ikut bimbang. Hingga saat ini Asprov PSSI Jateng belum memutuskan soal masa depan kompetisi.

"Persika sudah lama vakum, tentu harapan kami musim ini bisa kembali berkompetisi. Saat ini kami hanya bisa menunggu kepastian saja, apakah Liga 3 (Jateng) jadi digelar atau tidak," ucap Pelatih Persika Aris Budi Sulistyo. (rid/JPG/nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP