alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Kasus Kematian Covid di 4 Kecamatan Lebihi Batas Maksimal WHO

13 Oktober 2020, 15: 14: 38 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Persentase kasus kematian pasien Covid-19 di empat kecamatan di Sukoharjo tercatat melebihi batas maksimal yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO), yakni 5 persen. Kecamatan Baki memiliki angka kematian tertinggi, sebesar 8,6 persen.

“Dibandingkan minggu sebelumnya, angka kematian meningkat sebesar 0,3 persen. Pada periode 28 September – 4 Oktober 2020 angka kematian sebesar 4,6 persen, sedangkan 5-11 Oktober 2020 menjadi 4,9 persen," beber juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati.

Kecamatan dengan angka kematian di atas 5 persen yaitu Kecamatan Baki 8,6 persen, Kecamatan Kartasura 7,7 persen, Kecamatan Polokarto 7,1 persen, dan Kecamatan Nguter 7,0 persen.

Meski persentase kematian pasien Covid-19 meningkat, mereka yang sembuh juga mengalami tren kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Pada periode 5-11 Oktober 2020, tingkat kesembuhan mencapai 82,7 persen. Tertinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Saat ini, Kota Makmur terkategori zona oranye. Peta zonasi risiko dihitung berdasarkan indikator kesehatan masyarakat menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan antara lain epidemiologi. Seperti penurunan jumlah kasus positif dan probable pada pekan terakhir sebesar lebih 50 persen dari puncak.

Selanjutnya, penurunan jumlah kasus suspek pada pekan terakhir sebesar lebih 50 persen dari puncak. Penurunan jumlah meninggal kasus positif dan probable pada pekan terakhir sebesar lebih dari 50 persen dari puncak. Dan, penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada pekan terakhir sebesar lebih dari 50 persen dari puncak.

Indikator epidemiologi lainnya yaitu penurunan jumlah kasus positif dan probable yang dirawat di rumah sakit pada pekan terakhir, penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada pekan terakhir, persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif dan probable. 

Berikutnya, laju insidensi kasus positif per 100 ribu penduduk, mortality rate kasus positif per 100 ribu penduduk, dan kecepatan laju insidensi per 100 ribu penduduk.

Ada pula indikator surveilans kesehatan masyarakat. Seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama dua pekan terakhir, positif rate rendah, dan sebagainya.

Sementara itu, berdasarkan data gugus tugas, hingga Minggu (11/10), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala mencapai 301 orang. Rinciannya, 42 dirawat, 39 meninggal, dan 220 sembuh. 

Untuk kasus konfirmasi Covid-19 tanpa gejala mencapai 492 orang. Rinciannya, 56 orang dirawat, sembuh 436, dan meninggal dunia nihil. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP