alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Pemilik Warung Soto Kepatihan Kulon Positif: Pernah Jajan, Harap Lapor

13 Oktober 2020, 17: 49: 02 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Satu warung soto di wilayah Kepatihan Kulon ditutup setelah pemiliknya terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk memaksimalkan upaya tracing, pembeli yang pernah makan di warung tersebut pada 1-8 Oktober lalu diharapkan segera melapor ke kelurahan setempat atau ke Puskesmas Purwodiningratan.

Plt Lurah Kepatihan Kulon Hanang Setiawan Wahyudi mengatakan, penutupan warung soto itu dilakukan setelah pemiliknya dinyatakan positif Covid-19. Kasus positif itu diketahui setelah satu keluarga pemilik warung soto yang terdiri dari empat orang menjalankan uji swab, beberapa waktu lalu.

Uji swab untuk pemilik warung soto ini merupakan pengembangan dari hasil tracing kasus positif di Mojosongo, beberapa waktu sebelumnya.

"Tanggal 5 Oktober lalu petugas dari Puskesmas Purwodiningratan datang ke kelurahan menginfomasikan perihal tracing pasien positif di Mojosongo. Kebetulan mereka pernah singgah ke warung soto di wilayah kami. Kemudian keluarga pemilik warung soto diuji swab. Dari empat anggota keluarga yang dites, hanya satu yang positif," kata Hanang saat ditemui di kelurahan setempat, Selasa (13/10).

Karena yang terkonfirmasi positif adalah pemilik usaha warung makan, upaya tracing sedikit sulit dilakukan. Sebab, jangkauannya terlalu luas. Oleh sebab itu, pihak puskesmas meminta bantuan agar kelurahan membantu menginformasikan hal tersebut.

"Pihak Puskesmas Purwodiningratan meminta bantuan untuk sosialisasi agar tracing lebih mudah. Karena target tracing-nya pelanggan warung makan, maka kami tempel informasi dan arahan agar para pelanggan yang pernah jajan sekitar tangal 1-8 Oktober bisa segera melapor ke kelurahan atau ke Puskesmas Purwodiningratan," terang dia.

Sementara untuk keluarga pemilik warung soto, disarankan untuk karantina mandiri. Kebetulan, satu orang yang terkonfirmasi positif itu tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan dan gejala lain.

Untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang menjalankan karantina mandiri, pihak kelurahan memohonkan bantuan ke dinas sosial. Selain itu, juga mendapat bantuan suplemen dari berbagai pihak.

"Karena tanpa gejala, disarankan karantina mandiri. Kebutuhan sembako dari dinsos, ada juga bantuan suplemen dadi TNI. Untuk pengawasan, kami tugaskan linmas agar memantau soal kondisi dan kebutuhan selama karantina, juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan," papar Hanang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih menuturkan, kasus di Kepatihan Kulon berawal dari satu keluarga yang menjalani swab test ke salah satu lab swasta di Solo. Sebab, saat rapid test sebelumnya dinyatakan reaktif.

Sebelum ke lab swasta, mereka sarapan dulu ke warung soto di Kepatihan Kulon itu. Ternyata hasil swab pada 4 Oktober dinyatakan positif. Dari sana dilakukan tracing ke pemilik warung dan ditemukan satu terkonfirmasi positif dan melakukan isolasi mandiri.

"Tracing lanjutan dari tukang soto dan pelanggannya, sampai sekarang belum ada yang melapor. Sementara dari keluraga di Mojosongo keseharian bapaknya kerja di Ponorogo dan hobi gowes. Kami perdalam lagi ke kelompok-kelompok sepeda mana saja nanti," pungkas kepala dinkes. (ves/ria)


(rs/ves/per/JPR)

 TOP