alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

SE Terbaru Wali Kota, Anak di Atas 5 Tahun Boleh Masuk Pusat Keramaian

14 Oktober 2020, 10: 28: 55 WIB | editor : Perdana

Orang tua mengajak buah hatinya mendatangi pasar tradisional. Penggunaan masker menjadi syarat wajib.

Orang tua mengajak buah hatinya mendatangi pasar tradisional. Penggunaan masker menjadi syarat wajib. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pusat keramaian seperti pasar, mal, tempat hiburan, tempat wisata, dan sebagainya yang sebelumnya terlarang bagi anak selama pandemi, kini diperlonggar. Anak dengan usia di atas 5 tahun dapat mengakses tempat tersebut.

Kebijakan tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 067/2386 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Surakarta yang mulai berlaku kemarin (13/10).

Sekadar informasi, pembatasan usia anak yang beraktivitas di pusat keramaian sudah beberapa kali diubah. Antara lain, dari usia di atas 15 tahun, menjadi di atas 12 tahun, dan terbaru di atas 5 tahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ahyani menegaskan, pelonggaran tersebut tidak menjadi masalah, karena batasan lain masih diberlakukan. Seperti ibu hamil dan orang lanjut usia (lansia) tetap dilarang memasuki pasar tradisional, toko modern, tempat hiburan, tempat wisata, maupun taman bermain. Termasuk pembatasan gelar hajatan, pertemuan, hingga kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Pembatasan aktivitas warga tidak lagi efektif selama beberapa waktu terakhir. Dibatasi seperti apa juga sama saja. Terlebih warga tidak sebatas dalam kota, yang dari luar kota sudah banyak yang ke sini (Kota Solo)," paparnya. 

Di sisi lain, pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)  mulai menyiapkan banyak hal terkait pelonggaran batasan usia anak berkunjung ke objek wisata.

“Protokol kesehatan dan konservasi tetap berjalan. Kami awasi ketat pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. Fokusnya adalah menjaga agar tidak terjadi kerumunan pengunjung," tandas Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso. (ves/wa/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP