alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Hendak Tipu Pemilik Warung, 2 Pengedar Uang Palsu Dikepung Warga

14 Oktober 2020, 21: 28: 10 WIB | editor : Perdana

Barang bukti uang palsu yang diamankan dari dua tersangka.

Barang bukti uang palsu yang diamankan dari dua tersangka. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Aksi kejahatan pengedaran uang palsu (upal) kembali muncul di Gemolong. Dua pelaku yang diketahui berasal dari Kabupaten Klaten, ditangkap warga dan diserahkan ke polisi. Uang palsu tersebut disinyalir berasal dari wilayah Jogja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, penangkapan pelaku pengedar uang palsu terjadi pada Selasa (13/10) siang.  Identitas pelaku yakni Untung Wahono, 38, warga Dusun Mojosari RT 02, Desa Randusari, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten dan  Tulasono, 42, warga Dusun Bendan RT 06, Desa Bendan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten.

Awalnya kedua pelaku membeli sebungkus rokok di salah satu warung di Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong. Pelaku menggunakan uang kertas pecahan Rp 100 ribu. Namun, sang pemilik warung, yakni Luluk Sri Wulan, 31, merasa curiga dengan pecahan uang yang dipakai untuk membayar.

Luluk pun tidak mau menerima uang tersebut. Kemudian, pelaku membayar menggunakan uang pecahan Rp 20 ribu. Selanjutnya, kedua pelaku berbelanja di warung tetangga Luluk. Namun, dengan sigap Luluk memberi tahu tetangganya bahwa pelaku menggunakan uang palsu.

Karena terjadi keributan, warga sekitar pun berdatangan. Saat itu pelaku panik dan membuang dompetnya di sebelah warung. Sebelum melarikan diri, kedua pelaku diamankan oleh warga berikut dompet berisi uang palsu. Selanjutnya, warga menghubungi Polsek Gemolong,

Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael menyampaikan, kedua tersangka melanggar pasal 36 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Polisi mengamankan barang bukti berupa 31 lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu yang diduga palsu, senilai  Rp 3.100.000. Selain itu, barang bukti lain berupa sepeda motor Honda Beat  AD 3235 ECC yang dikendarai tersangka juga dibawa ke Mapolsek Gemolong.

”Kedua pelaku baru setengah hari di wilayah Gemolong. Keduanya juga bukan berasal dari sekitar sini. Mereka orang Prambanan dan Klaten. Jadi baru pertama kali ini masuk Sragen,” terang kapolsek, Rabu (14/10).

Dia mensinyalir, para tersangka mendapatkan uang palsu dari sekitar Jogja. Mengingat keduanya berasal dari daerah yang tidak jauh dari Jogja. Selain itu, dalam menjalankan operasinya mereka mengacak calon korban. Berdasarkan keterangan, pelaku dalam kesehariannya bekerja sebagai sopir dan pak ogah atau “polisi cepek”. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP