alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

SIPLah Optimalkan Penggunaan Dana BOS

14 Oktober 2020, 21: 33: 14 WIB | editor : Perdana

ERA DIGITAL: Perwakilan Toko Ladang mendampingi pelaku UMKM onboarding ke marketplace dan bergabung dalam platform SIPLah, hari ini (14/10).

ERA DIGITAL: Perwakilan Toko Ladang mendampingi pelaku UMKM onboarding ke marketplace dan bergabung dalam platform SIPLah, hari ini (14/10).

Share this      

SOLO – Setiap tahun, pemerintah mencairkan dana untuk peningkatan kualitas pendidikan. Salah satunya bantuan operasional sekolah (BOS) senilai Rp 54 triliun. Khusus untuk belanja operasional sekitar Rp 20 triliun.

Namun, belanja pengadaan barang oleh sekolah sempat tidak termonitor. Maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menginisiasi aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Barang di Sekolah (SIPLah). 

“Sebelum ada aplikasi ini, dana BOS di sekolah habis tidak ada laporannya. Padahal dana BOS selalu meningkat, tapi laporannya nihil. Nah, sejak medio 2018, kami menginisiasi platform SIPLah,” beber Koordinator Pelaksana Pengadaan Barang Jasa, Biro Umum, dan PBJ Kemendikbud Triyantoro pada kegiatan koordinasi lintas sektor pelibatan KUMKM dalam pengadaan barang dan jasa produk furnitur dan kerajinan, hari ini (14/10).

SIPLah adalah platform pengadaan belanja secara elektronik milik Kemendikbud. Sejak 2019, sekolah dan satuan pendidikan sudah diminta untuk melakukan belanja pengadaan secara elektronik melalui platform SIPLah.

"Ada enam mitra pasar daring platform SIPLah, yakni Blibli, Belanja, Inti, Pesona Edu, Eurika Bookhouse, dan Toko Ladang. Para mitra ini memfasilitasi sekolah melakukan belanja dana BOS. Kemendikbud mendorong belanja secara elektronik agar sekolah dimudahkan dalam pencarian barang dan dokumentasinya secara elektronik. Dan dapat harga bersaing," beber dia.

Tantangannya, soal onboarding UMKM untuk bergabung ke SIPLah. Perlu sinergi dengan banyak kementerian dan lembaga. Salah satunya yang sudah onboarding adalah Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melalui UMKM binaannya. Onboarding ke SIPLah dilakukan agar UMKM bisa ikut langsung dalam ekosistem pendidikan. 

Asisten Deputi Industri dan Jasa Kemenkop UKM Ari Anindya Hartika menerangkan, pihaknya concern dengan arahan presiden untuk memprioritaskan produk UMKM lewat gerakan bangga buatan Indonesia. Kali ini bekerja sama dengen Kemendikbud, pihaknya mendorong UMKM bisa masuk dalam pengadaan untuk meningkatkan daya beli.

“Saat ini yang paling siap anggarannya baru di kementerian lembaga, kabupaten/kota, dan provinsi. Maka kami mencoba mengajak UMKM untuk onboarding langsung. UMKM akan didampingi dan bisa masuk serta terdaftar di SIPLah. Mereka bisa memenuhi kebutuhan lembaga pemerintah, kebutuhan perkantoran sekolah, dan lain sebagainya,” bebernya.

Targetnya, para UMKM bisa terdaftar dalam marketplace dan masuk aplikasi SIPLah, sehingga kebutuhan sekolah-sekolah dapat dipenuhi oleh UMKM lebih mudah, hanya melalui online.

"Kami berharap SIPLah masuk Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Solo. Jadi bisa mewadahi UMKM di Solo. UMKM yang sudah gabung SIPLah bisa masuk LPSE di bidang pengadaan. UMKM bisa bersaing ketat untuk pengadaan barang dan jasa di sektor pendidikan," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta Heri Purwoko. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP