alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Kena PHP Lagi, Bayangan Kickoff Liga 2 Kian Jauh

14 Oktober 2020, 21: 51: 17 WIB | editor : Perdana

Bek Persis Solo asal Papua Marko Kabiay jadi amunisi baru Persis Solo musim ini.

Bek Persis Solo asal Papua Marko Kabiay jadi amunisi baru Persis Solo musim ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Masa depan kompetisi masih tetap abu-abu. Pertemuan yang dihadiri petinggi klub Liga 1 dan Liga 2 di Jogja kemarin (13/10), tak membuahkan hasil melegakan. Acara yang diinisiasi PSSI dan PT LIB ini juga dipastikan hanya jadi sebuah pertemuan yang percuma. 

Secara kesepakatan, memang ada poin yang menyebutkan bahwa klub di dua kasta tersebut memutuskan untuk bisa melanjutkan kompetisi. Yang mana Liga 1 digelar sepekan setelah kickoff liga 1. Namun, kembali harus dipertegas bahwa itu semua baru sebatas wacana. Dan bagi Persis Solo, tentu sudah kenyang dengan istilah rencana, yang mana hasil akhirnya bisa saja jadi sebuah PHP (pemberi harapan palsu).

”Hasil pertemuan di Jogja, saya anggap hanya jadi sebuah wacana. Percuma juga digelar pertemuan kemarin, toh ternyata izin dari pihak kepolisian juga belum didapat,” ujar Manajer Persis Solo Hari Purnomo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Saat sesi rapat meeting Liga 2 digelar malam hari, sebuah kabar mengejutkan muncul. Di mana Polri masih tegas dengan komitmen mereka. Bahwa masih belum akan mau memberikan izin kepada sebuah acara yang bisa mengumpulkan massa. Salah satunya tentu pertandingan sepak bola.

”Padahal Polri sudah memberi pernyataan tak akan memberikan izin keramaian sampai pilkada. Itu artinya baru Desember bisa digelar. Tapi, malah bisa jadi awal tahun kalau mau bergulir kembali. Tapi kan belum tahu izinnya seperti apa. Bayangan November Liga 2 akan digelar, tentu sedikit sulit bisa terealisasi kalau lihat pernyataan Polri ini,” papar Hari.

Namun demikian, manajemen Persis tetap berharap kompetisi bisa bergulir. Mengingat seluruh tim sudah jor-joran.  ”Banyak klub yang sudah mengeluarkan dana musim ini untuk bisa kompetisi digelar. Dan kalau kompetisi batal digelar, tentu semua akan ikut pusing. Mengingat dana yang dikeluarkan tak sedikit angkanya,” tegas dia.

Melihat situasi saat ini, manajemen Persis tak bisa membantah bahwa yang merasakan galau juga sampai ke tim kepelatihan hingga para pemain. 

”Pemain dan pelatih mempertanyakan semua soal kejelasan kompetisi. Dan saya hanya bisa memberi pengertian agar kembali ayem. Situasi saat ini memang serba sulit. Pelatih tetap kami minta berlatih rutin di Lapangan Klumprit, sembari menunggu kejelasan kompetisi,” ujarnya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP