alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Dari Hobi Game, Siswa Home Schooling Ini Ukir Prestasi Desain Web

14 Oktober 2020, 22: 27: 57 WIB | editor : Perdana

Yusuf Rais memperlihatkan sertifikat juara.

Yusuf Rais memperlihatkan sertifikat juara. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

Berawal dari hobi mengotak-atik program komputer, Yusuf Rais Wicaksana berhasil mengukir prestasi. Siswa kelas IX ini meraih posisi runner up dalam lomba desain web tingkat SMP/SMA se-Jawa Tengah. 

ANTONIUS CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

TIDAK pernah terbayangkan Yusuf Rais bisa menyabet juara di ajang yang digelar Omahtech ini. Dia mengikuti ajang tersebut setelah mendapat informasi dari tempat lesnya. “Disebar di grup WA les, ada lomba mendesain tampilan web. Waktu itu temanya tentang toko online,” ujar Yusuf.

Contoh tampilan web buatan Yusuf Rais yang meraih runner-up lomba.

Contoh tampilan web buatan Yusuf Rais yang meraih runner-up lomba. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Siswa Home Schooling Kak Seto Solo ini lantas mencoba peruntungan. Dia mendaftarkan diri sebagai peserta. Motivasi awal hanya ingin menjajal kemampuan saja. Sebab, selama ini dia ikut les programer, tapi tidak ada acuan.

“Waktu itu lombanya via Zoom. Pesertanya sekitar 100 orang tingkat SMP se-Jawa Tengah. Dari panitia memberi waktu sekitar 3,5 jam. Tidak ada aturan khusus, yang jelas desainnya harus orisinil sama ringan ketika dibuka,” papar Yusuf.

Waktu dari panitia dimanfaatkan dengan baik oleh remaja asal Paulan, Colomadu, Karanganyar ini. Dua tampilan web berhasil dibuatnya. Satu bertema toko online yang diberi judul Ucup Store, sedangkan satunya web bertema jual beli makanan secara online, diberi nama Warung Ucup.

“Langsung saya kirim ke panitia. Awalnya sempat nggak percaya diri, soalnya desainnya simpel sekali. Sedangkan yang lain tampilannya macam-macam,” ujarnya.

Tak disangka tak diduga, sepekan kemudian namanya diumumkan lolos empat besar yang berhak maju ke babak selanjutnya. Yusuf langsung tancap gas merapikan desainnya. Dewi Fortuna kembali menghampiri remaja yang bulan ini genap berusia 15 tahun itu. Yusuf berhasil menduduki posisi runner up.

“Sampai saat ini masih kaget waktu panitia mengumumkan nama saya juara dua. Waktu itu pengumumannya live streaming. Ya sangat puas dengan juara ini. Baru pertama kali tapi langsung bisa dapat juara,” tuturnya.

Dari juara ini, dia mendapat beasiswa untuk membiayai program bimbel programer ke tingkat selanjutnya. Web rancangannya ini akan dibantu pihak panitia dan selanjutnya menjadi aplikasi yang bisa diakeses khalayak umum.

Diakui Yusuf, dia mulai mencintai dunia programer saat masih duduk di bangku kelas V SD. Dia senang bermain game di depan komputer. “Terus orang tua memasukkan saya ke bimbel programer itu. Ternyata malah keasyikan sampai sekarang,” katanya.

Ke depan, Yusuf memiliki cita-cita mengembangkan bakat yang dimilikinya agar semakin baik lagi. Dia memiliki rencana membuat sebuah aplikasi, di mana karyanya bisa digunakan oleh masyarakat umum. “Temanya apa belum tahu, nanti saja seiring berjalannya waktu. Yang jelas, saya akan terus belajar menambah pengetahuan,” pungkas dia. (*/bun/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP