alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Masih Ada 6 Ribu APS Liar, Bawaslu: Kekurangan Personel Menertibkan

15 Oktober 2020, 11: 50: 56 WIB | editor : Perdana

Petugas melepas APS paslon berukuran raksasa di sejumlah titik. Kegiatan tersebut digelar setiap Sabtu dan Minggu.

Petugas melepas APS paslon berukuran raksasa di sejumlah titik. Kegiatan tersebut digelar setiap Sabtu dan Minggu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Penertiban alat peraga sosialisasi (APS) milik pasangan calon (paslon) yang dilakukan sejak awal tahapan kampanye akhir September lalu, belum sepenuhnya selesai. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo mengaku kekurangan personel, sehingga penertiban terkesan lamban.

Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto mengatakan, tim gabungan Bawaslu, satpol PP di-back-up TNI Polri baru menertibkan sekitar 4.000 APS. Padahal, diperkirakan ada sedikitnya 10 ribu APS yang tersebar di 12 kecamatan. “Kami kekurangan personel. Penertiban dilakukan hanya hari Sabtu dan Minggu," ujarnya, kemarin (14/10).

APS yang dicopot, kemudian disimpan. Ketika tidak ada tim pasangan calon (paslon) yang mengambil, maka APS akan dimusnahkan.

"APS seperti rumput di musim hujan. Saat ini ditertibkan, akan muncul lagi APS lainnya," terang dia.

Bambang menyebut, hingga Rabu (14/10), tim gabungan telah menertibkan 3.212 baliho dan 79 spanduk paslon nomor urut 1 dan 1.729 baliho. Serta 33 spanduk dari paslon nomor urut 2.

Sementara itu, KPU Sukoharjo, pada Jumat (9/10), menyerahkan bahan kampanye berupa poster, selebaran (flyer), brosur (leaflet), dan pamflet yang masing-masing sejumlah 75.000 lembar. Bahan kampanye memuat visi misi, program pasangan calon, simbol atau tanda gambar paslon.

Penyerahan bahan kampanye kepada narahubung kedua paslon dilakukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Nuril Huda didampingi komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Suci Handayani dan Kasubag Tehnik dan Humas Budi Soelistyo.

Penyerahan dilakukan sesuai protokol kesehatan. Yakni sebelum diserahkan, bahan kampanye  disemprot disinfektan dan serah terima mengunakan sarung tangan.

Di lain sisi, para paslon sudah menyetujui template desain surat suara dari KPU RI. Semula, paslon nomor urut 2 meminta untuk merevisi desain, tapi surat suara tidak bisa berubah.

"Kami berniat mengganti foto. Ya fotonya sama, tapi ada penambahan ornamen. Tapi, setelah dikonsultasikan dengan KPU RI, ternyata tidak bisa menambah ornamen. Ya sudah, kami manut saja," ujar narahubung paslon nomor urut 2 Joko Santosa-Wiwaha Aji Santosa (Joswi), Lukman Hakim.

Setelah mendapat persetujuan dari masing-masing paslon, template surat suara dikirim ke KPU pusat untuk dicetak. 

Anggota Bawaslu Kabupaten Sukoharjo Uswatun Mufidah menuturkan, pihaknya memastikan bahwa kedua paslon tidak keberatan terhadap desain dan tampilan, foto, nama, dan yang dipakai dalam surat suara.

Bawaslu juga memastikan surat suara baik ukuran, bahan, warna, sesuai Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya