alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Klaten Butuh Museum untuk Tampung Temuan Cagar Budaya

15 Oktober 2020, 12: 34: 23 WIB | editor : Perdana

Petugas disparbudpora dan KHC membersihkan kawasan situs Kali Woro A di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Selasa (13/10). Pemkab mewacanakan pendirian museum cagar budaya.

Petugas disparbudpora dan KHC membersihkan kawasan situs Kali Woro A di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Selasa (13/10). Pemkab mewacanakan pendirian museum cagar budaya. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Maraknya temuan objek diduga cagar budaya (ODCB) di sejumlah lokasi memantik Pemkab Klaten mendirikan museum. Hal itu sebagai upaya penyelematan benda cagar budaya agar tidak rusak.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten Yuli Budi Susilowati mengatakan, museum itu nanti berisikan koleksi benda cagar budaya. Mulai dari batu yoni hingga batuan candi yang ditemukan di Klaten.

”Memang kami memiliki wacana untuk memiliki museum. Sempat juga survei ke bangunan lama sekolah SMPN 2 di Jalan Pemuda. Tapi diperlukan anggaran yang besar juga,” jelas perempuan yang akrab disapa Susi itu.

Dijelaskan dia, upaya penyelamatan dan perawatan terus dilakukan. Bahkan, ada niat mengumpulkan benda cagar budaya itu ke Galeri Seni Monumen Juang 45 terlebih dahulu. Sambil menunggu realisasi pembangunan museum.

Disparbudpora juga menggandeng Klaten Heritage Community (KHC). Seperti pada Selasa (13/10) lalu, mereka membersihkan kawasan situs Kali Woro A di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo. Kondisi situs itu sangat memprihatinkan. Terdapat batu struktur candi tersebar di tengah pekarangan. Sebagian tertutup tanah, jamur, dan pohon bambu.

”Situs ini kami bersihkan, lalu mengumpulkan batu yang tersebar untuk dikumpulkan di satu lokasi. Memudahkan melakukan pengawasan, perawatan, dan pengelolaannya,” imbuh Susi.

Total ada 13 situs yang tercatat dan mendapatkan surat keputusan (SK) penetapan cagar budaya dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Empat situs pengelolaannya diserahkan BPCB Jateng ke Pemkab Klaten.

Yakni Situs Kali Woro A di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo; Situs Masjid Majase di Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan; Makam Panembahan Romo di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes; dan Makam Syeh Domba di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.

“Memang untuk perawatan keempat situs itu sudah masuk dalam perencanaan. Tetapi karena kondisi pandemi, anggaran untuk perawatan sementara dialihkan guna penanganan Covid-19,” jelasnya.

Salah satu pegiat cagar budaya Hary Wahyudi menjelaskan, di Klaten banyak peninggalan dari masa Mataram Kuno antara abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Terutama keberadaan batu yoni yang ditemukan di sejumlah lokasi. Dia berharap ada upaya penyelamatan terhadap benda cagar budaya maupun situs yang dinilainya kurang mendapatkan perhatian tersebut. (ren/adi/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP