alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Nasib 2 Residivis Spesialis Maling: Dikejar Warga, Terjebak di WC Umum

15 Oktober 2020, 22: 58: 47 WIB | editor : Perdana

Dua pelaku pembobol salon di Kleurahan Sriwedari diamankan pihak berwajib.

Dua pelaku pembobol salon di Kleurahan Sriwedari diamankan pihak berwajib. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Lantaran kebutuhan ekonomi yang mendesak, SR, 41, pun tak kapok melakukan aksi pencurian. Padahal, sudah lima kali warga Dadapan RT 05 RW 13, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon ini bolak balik masuk jeruji besi.

SR sendiri sehari-hari mengganggur. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia mengandalkan pemasukan dari warung kelontong. Namun, semakin hari, kebutuhan semakin mendesak. Utang pun kian menunpuk.

Gelap mata, SR mengajak GCP, 21, yang merupakan tetangganya untuk melakukan aksi pencurian. Mereka lantas menyatroni sebuah usaha salon yang berada di Jalan Dr Ciptomangunkusumo No. 26, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan.

"Saya yang mengawasi dari motor, teman saya yang eksekusi. Merusak gembok pakai linggis kecil sama sangkur," jelas SR, Kamis (15/10).

Dalam sekejab, GCP berhasil membobol dua gembok yang terpasang. Belum sempat masuk ke dalam, aksi mereka keburu ketahuan warga. Teriakan warga membuat dua maling ini lari tunggang langgang. Mereka bersembunyi di dalam toilet umun yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Saya kira aman, ternyata warga tahu kami sembunyi di WC. Warga di luar sudah teriak-teriak. Pintunya digedor-gedordari luar. Jujur waktu itu saya takut. Pintunya langsung didobrak, kami dipukuli terus diamankan di poskamlimg. Tidak lama kemudian Pak polisi datang," kata SR.

Kapolsek Laweyan AKP Ismanto Yuwono menuturkan, bukan hanya SR yang berstatus residivis, namun GCP juga sudah pernah dua kali mendekam di balik jeruji besi. "Untuk SR bebas tahun 2018, sedangakan GCP tahun lalu. Kasusnya sama, aksi pencurian," kata kapolsek.

Dari tangan keduanya, polisi berhasil menyita sepeda motor Honda Beat dengan nopol AS 3361 MU sebagai sarana, sebuah besi, pisau sangkur, serta dua gembok yang sudah dirusak pelaku. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 363 KUHP ayat ke 1 ke 4e dan 5e tentang pencurian dengan ancaman hukuman 2,5 tahun penjara. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP