alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Lockdown, Simulasi Tatap Muka di SMAN 3 Solo Ditunda: 1 Siswa Reaktif

15 Oktober 2020, 23: 24: 40 WIB | editor : Perdana

Simulasi tatap muka di SMAN 3 Solo ditunda. Sekolah di-lockdown karena satu siswa reaktif saat rapid test.

Simulasi tatap muka di SMAN 3 Solo ditunda. Sekolah di-lockdown karena satu siswa reaktif saat rapid test. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Salah satu siswa di SMAN 3 Surakarta diketahui reaktif berdasar hasil rapid test. Otomatis rencana simulasi pertemuan tatap muka (PTM) bakal diundur. Hal ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Covid-19 dijalankan. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jateng Suyanta mengatakan, SMAN 3 Surakarta termasuk yang diajukan dalam simulasi PTM. Namun, ada satu siswa berdasar hasil rapid test dinyatakan reaktif. 

“Kalau (daerahnya, Red) zonanya kuning dan hijau, bisa tatap muka. Tapi kalau ada satu siswa yang reaktif, langsung tutup sebentar. Dan SOP-nya dijalankan. Seperti tracing, penyemprotan disinfektan, dan lainnya,” terangnya, Kamis (15/10). 

Suyanta menambahkan, sekolah baru bisa beraktivitas bila situasi sudah aman. Bila tiba-tiba ada anggota sekolah terpapar Covid-19, maka sekolah harus ditutup lagi sementara. Hingga kondisi kembali aman. Hal tersebut sesuai SOP penanganan Covid-19 yang berlaku. Dalam kasus SMAN 3 Surakarta, siswa tersebut memang tidak termasuk program percepatan yang direncanakan masuk simulasi PTM. 

Kepala SMAN 3 Surakarta Agung Wijayanto mengatakan, sekolah telah mendapat laporan ada seorang siswanya reaktif saat rapid test. Di mana sebelumnya salah seorang keluarganya sudah dinyatakan positif Covid-19. Siswa tersebut juga telah melakukan karantina mandiri dan sekolah masih menunggu perkembangan lebih lanjut. 

“Kami masih menunggu hasilnya. Karena dia termasuk siswa yang aktif dalam kegiatan sekolah. Saat ini sudah melakukan karantina mandiri. Dan kegiatan administratif dihentikan dulu,” katanya.  

Meski tidak termasuk siswa program percepatan, namun sekolah tidak ingin hal tersebut menimbulkan kekhawatiran. Sebab, siswa tersebut juga aktif dalam kegiatan intra kampus. “Sembari menunggu jadwal ulang paparan ke gubernur, kami juga menyiapkan diri dan memastikan sekolah benar-benar siap dan steril. Karena kami tidak ingin ini menjadi klaster baru,” terangnya. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP