alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Sidang Class Action terhadap PDAM & Bupati, Warga Kragilan Geruduk PN

16 Oktober 2020, 09: 05: 33 WIB | editor : Perdana

Warga Kragilan, Pucangan, Kartasura, datangi PN Sukoharjo untuk memberi dukungan atas gugatan class action terhadap PDAM dan bupati Sukoharjo, kemarin (15/10).

Warga Kragilan, Pucangan, Kartasura, datangi PN Sukoharjo untuk memberi dukungan atas gugatan class action terhadap PDAM dan bupati Sukoharjo, kemarin (15/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Warga Dusun Kragilan, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura geruduk Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Kamis kemarin (15/10). Kedatangan mereka untuk memberi dukungan atas sidang perdana gugatan class action warga kepada direktur utama PDAM Tirta Makmur dan bupati Sukoharjo.

Sidang perdana gugatan kelompok dengan Nomor Perkara 97/Pdt.G/2020/PN SKH itu digelar pukul 14.00. Namun, sejak pagi seratusan warga Kragilan sudah datang di PN Sukoharjo, memberikan dukungan moral kepada para kuasa hukum yang memperjuangkan nasib warga Kragilan.

“Sidang perdana gugatan class action warga Kragilan atas hilangnya sumber mata air sumur warga. Warga datang ke sini sejak pukul 10.00,” kata Achmad Bachrudin Bakri, kuasa hukum warga Kragilan, Kamis (15/10).

Upaya mereka hadir di dalam ruang sidang tidak berhasil. Sebab, ruang sidang hanya dibatasi 15 orang. Meski kecewa, warga rela menunggu sangat tertib dengan penjagaan ketat aparat kepolisian. Sidang dipimpin Muhammad Buchari Kurniata Tampubolon, sedangkan hakim anggota adalah Ari Prabawa dan Retno Susetyani. Zulkifli Mooduto sebagai pengacara negara mewakili PDAM Tirta Makmur sebagai tergugat 1 dan bupati Sukoharjo tergugat 2.

Usai persidangan, Achmad Bachrudin Bakri mengatakan, agenda persidangan hanya membacakan gugatan. Kemudian, majelis hakim menunda persidangan untuk dilanjutkan pekan depan. “Nanti juga ada proses dari hakim peneliti, meneliti keabsahan gugatan,” kata Achmad Bachrudin, kemarin.

Bachrudin menyebut, proses persidangan sudah mulai di PN Sukoharjo. Masyarakat harus paham bahwa saat ini warga Kragilan sedang mencari keadilan dengan mengajukan gugatan class action yang masuk ranah perdata.

Sementara Zulkifli Mooduto menyebut, pihaknya masih ada waktu sepekan mewakili dua kliennya untuk memberikan tanggapan atas gugatan tersebut. “Ini masih sebatas cek keabsahan legalitas penggugat. Setelah itu masuk ke materi,” katanya.

Seperti diketahui perwakilan warga RW 15 Kragilan, Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, mengajukan gugatan class action terhadap PDAM Tirta Makmur dan bupati Sukoharjo. Sebab, sudah setahun terakhir mereka kesulitan mencari air bersih. Mereka menuding pembuatan sumur dalam PDAM di Kertonatan menjadi penyebab mengeringnya sumber air warga Kragilan. Dalam gugatan itu mereka mengajukan ganti rugi Rp 22 miliar. (kwl/bun/ria) 

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP