alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Skuad Persis Solo Galau Setengah Mati, Planning Terburuk Disiapkan

16 Oktober 2020, 11: 45: 09 WIB | editor : Perdana

Kiper Persis Solo Ali Budi Rahardjo mulai berlatih lagi dengan rekan-rekannya di bawah arahan coach Salahudin.

Kiper Persis Solo Ali Budi Rahardjo mulai berlatih lagi dengan rekan-rekannya di bawah arahan coach Salahudin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bingung setengah mati. Kondisi itu seakan menggambarkan Persis Solo dalam menatap masa depan. Terkatung-katung karena ketidakjelasan kompetisi, membuat semua elemen di keluarga besar Laskar Sambernyawa bimbang bukan kepalang. Mulai dari manajemen, pelatih, pemain, hingga suporter tentunya.                                        

Bagaimana tidak, baru saja memutuskan untuk kembali mengumpulkan tim setelah ada kabar dari PT LIB jika kompetisi Liga 2 akan dimulai pada 17 Oktober. Namun sepekan tim mulai berlatih bersama,  PT LIB dan PSSI justru mengumumkan menunda kompetisi lagi. Gara-garanya tak mendapat izin dari Polri. Meski ada wacana baru jika kompetisi akan digelar November, namun kepastian terkait hal itu pun belum bisa digaransi.

“Saat ini kami semua bimbang melangkah. Pemain hingga pelatih bingung semua. Yang bisa kami lakukan saat ini hanya memotivasi tim agar tetap mau latihan, sebari menunggu kabar soal perkembangan kompetisi,” terang Manajer Persis Solo Hari Purnomo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dia mengakui, pertemuan pada Selasa malam (13/10) di Jogja yang diikuti petinggi klub Liga 2 terasa hambar. “Acara kemarin kami anggap hanya sebatas apresiasi dan omong-omong wacana saja. LIB dan PSSI tetap ngotot liga harus digelar. Padahal izin dari polisi saja belum ada,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, CEO PT Persis Solo Saestu Azmy Alqomar akan datang ke Solo. Azmy akan memotivasi pemain, dan mengutarakan beberapa hal terkait masalah yang terjadi saat ini. Yang mana efek pandemi Covid-19 ini memang membuat jadwal Liga 2 jadi tak jelas masa depannya.

“Yang pasti, saat ini masih ngambang. Ini saya mau melangkah, tidak boleh. Disuruh (CEO) nunggu dia ke Solo dulu untuk memberi arahan,” terangnya.

Hari tak menampik planning terburuk sudah disiapkan. Ini lantaran sesuai jadwal baru kompetisi Liga 2 akan dimulai pada pekan pertama setelah Liga 1 digelar 1 November. Namun jika belum mendapat izin, bisa jadi akan mundur lagi hingga 1 Desember. Bahkan, liga bisa ditunda kembali hingga 1 Januari 2021. Itu jika Polri tak memberi izin karena alasan adanya pilkada serentak.

“Planning terburuk kami kalau liga tak jadi gelar, tentu pemain akan kami pulangkan dan sangoni (diberi uang saku). Kami ngotot liga semoga digelar, tapi kalau polisi tak memberi izin, ya jadinya kami tak bisa apa-apa,” tandas Hari. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP