alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Grab & Pemkot Surakarta Siap Kembangkan Solo Smart City

Dorong Ekonomi Digital

16 Oktober 2020, 20: 47: 22 WIB | editor : Perdana

Penandatanganan kerja sama Grab dengan Pemkot Surakarta.

Penandatanganan kerja sama Grab dengan Pemkot Surakarta.

Share this      

SOLO - Aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, Grab, menjalin kolaborasi dengan Pemkot Surakarta untuk pengembangan Solo Smart City. Kerja sama ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dan Head Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Grab Indonesia Jaka Wiradinata. 

Lingkup kerja sama ini akan mencakup pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM), pengembagan pariwisata dan kebudayaan, pengembangan pasar tradisional. Kemudian, penyediaan sarana transportasi angkutan barang ramah lingkungan dan perluasan pembayaran pendapatan asli daerah Kota Solo secara online.

Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya menjelaskan, Grab ingin untuk memastikan masyarakat Surakarta dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital. “Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Pemkot Surakarta untuk mengembangkan konsep smart city. Smart city tentunya membutuhkan berbagai layanan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kenyamanan aktivitas kehidupan sehari-hari,” papar Richard. 

Dengan memanfaatkan teknologi Grab, diharapkan masyarakat Kota Solo bisa terbantu dalam aspek mobilisasi yang efisien, pelaksanaan tugas, sampai dengan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan misi GrabForGood untuk memastikan setiap masyarakat dapat ambil bagian dan menikmati manfaat dari ekonomi digital.

Menanggapi kerja sama strategis ini, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyampaikan apresiasi dan dukungannya untuk Grab. “Kami sangat senang dan mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan oleh Grab untuk Kota Solo. Dukungan yang diberikan Grab untuk mengembangkan Solo Smart City tentunya akan memberikan dampak positif bagi Kota Solo. Hal ini diharapkan dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur wali kota. 

Dengan pelayanan yang baik, lanjut wali kota, pemkot juga akan membantu terkait sarana dan prasarana untuk lebih memudahkan masyarakat. Dengan hadirnya teknologi Grab yang menyentuh berbagai aspek layanan di Solo, masyarakat akan sangat terbantu dalam mengikuti perkembangan teknologi yang harus terus dimanfaatkan di era ekonomi digital ini.

Kerja sama antara Grab dan Pemerintah Kota Surakarta diwujudkan dalam program “Co-creation for a Smarter City”. Di antaranya Integrated Mobility Co-Creation (kerja sama mobilitas yang terintegrasi). Yakni pemanfaatan teknologi dan layanan aplikasi guna memperluas layanan transportasi dan memudahkan mobilitas masyarakat Kota Solo. Hal ini dilakukan dengan menyediakan sarana transportasi angkutan barang ramah lingkungan.

Kemudian, Sustainable Economy Co-Creation (kerja sama berkelanjutan bidang ekonomi), yang memanfaatkan teknologi dan layanan aplikasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Surakarta. Grab akan membantu pengembangan UMKM) dan IKM melalui teknologi dan platform Grab.

Efficiency Co-Creation (kerja sama untuk membangun efisiensi). Dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pelaksanaan tugas aparatur sipil negara (ASN) dan memudahkan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan memperluas pilihan pembayaran nontunai untuk pajak dan retribusi.

 Social Impact Co-Creation (Kerja sama yang memberikan dampak sosial), yakni upaya bersama dalam pemanfaatan teknologi yang berdampak sosial bagi masyarakat. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan pasar tradisional dengan digitalisasi melalui layanan GrabAssistant.

Cultural and Tourism Co-Creation (kerja sama budaya dan pariwisata). Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat atas budaya, demi mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kota Solo. 

Luncurkan Tumbasembako

Pada kesempatan yang sama, Pemkot Surakarta meluncurkan aplikasi “Tumbasembako”. Yaitu sebuah platform jual beli bahan pangan di Kota Solo yang diinisiasi  tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dan Perumda PAU Pedaringan untuk memanfaatkan Grab Assistant di pasar tradisional di Kota Solo. 

Kerja sama ini diresmikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi dan Head Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Grab Indonesia Jaka Wiradinata.

Di Solo, Grab telah menghadirkan tiga layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi. Layanan GrabMart dan GrabAssistant hadir untuk memberikan kesempatan pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di tengah pandemi. 

Grab juga menghadirkan layanan GrabProtect. Armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan. 

GrabWheels berencana meluncurkan skuter listrik yang dapat digunakan sebagai alat mobilitas pribadi. Serta menyediakan sepeda listrik sebagai alat transportasi untuk mitra pengemudi Grab dalam melakukan pengantaran makanan. 

Rencana peluncuran GrabWheels ini turut mendukung pemerintah yang berupaya menekan tingkat polusi udara, khususnya di Solo. Dan bertransformasi menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan. Selain itu, juga bisa menjadi solusi alternatif transportasi yang dapat membantu masyarakat untuk terus beraktivitas, yang akan berdampak pada bergeraknya roda perekonomian.

Selama masa pandemi ini, Grab juga telah menyambut lebih dari 350.000 UMKM dan lebih dari 32.000 pedagang tradisional yang tetap bertahan dan terus mengembangkan bisnis mereka di masa yang serba tidak pasti ini. Semangat itulah yang menginspirasi Grab untuk meluncurkan program #TerusUsaha yang didedikasikan khusus untuk membantu UMKM di Indonesia agar mereka dapat terus beradaptasi dalam menghadapi kondisi new normal ini. 

Program tersebut mencakup berbagai inisiatif akselerasi untuk melatih dan membina keterampilan UMKM, serta upaya-upaya Grab lainnya untuk meningkatkan visibilitas dan permintaan bisnis para pelaku UMKM. Sehingga mereka bisa dikenal dan terus tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital. Melalui program ini, Grab juga telah bekerja sama lebih dari 20 pemerintah daerah untuk memberikan lebih dari 50 solusi transformasi digital di 25 kota di Indonesia untuk para pelaku UMKM.

“Kami harap kerja sama antara Grab dengan Pemkot Surakarta ini dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Solo. Termasuk untuk meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan lebih banyak bagi masyarakat Solo dalam menyambut masa depan ekonomi digital. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk ambil bagian dalam ekonomi digital, dan bersama #TerusUsaha,” tandas Richard. (yan/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP