alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Kasus Covid Karanganyar Terus Naik, Stok APD Kembali Menipis

17 Oktober 2020, 08: 27: 53 WIB | editor : Perdana

Petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 di Karanganyar pakai APD lengkap.

Petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 di Karanganyar pakai APD lengkap. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Karanganyar, menipis. Jika kasus Covid-19 terus naik, stok APD hanya cukup untuk satu bulan ke depan.

Kepala pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Sundoro Budi Karyanto mengungkapkan, stok APD menipis karena banyak warga meninggal akibat Covid-19. Sementara proses pemulasaraan jenazah Covid-19 wajib menerapkan protokol kesehatan. Baik tenaga kesehatan maupun petugas harus ber-APD lengkap.

Sundoro memprediksi, jika setiap hari ada dua atau tiga orang meninggal dan harus dimakamkan dengan protokol kesehatan, maka ketersediaan APD hanya cukup untk satu bulan ke depan.

”Untuk penambahan APD bagai petugas pemulasaraan jenazah, ini sedang kami usulkan ke provinsi. Kalau untuk yang petugas kesehatan di dinas terkait, masih cukup untuk satu bulan ke depan. Dengan catatan, kalau kasusnya stabil,” terang Sundoro kepada Jawa Pos Radar Solo.

Berdasarkan data terakhir hingga Jumat pukul 12.00, kasus positif Covid-19 di Karanganyar secara akumulatif mencapai 117 orang. Di antaranya yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 55 orang, rawat inap 62 orang. Kemudian, pasien sembuh sebanyak 472 orang, sementara yang meninggal 40 orang.

Disinggung terkait rakor BPBD bersama tim gugus tugas, Sundoro mengungkapkan, rakor membahas pembahasan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum, Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona di Kabupaten Karanganyar.

”Yang harus diwaspadai munculnya klaster baru, yakni klaster keluarga dan klaster perkantoran. Untuk klaster keluarga kami hanya bisa mengedukasi masyarakat. Akan tetapi, untuk yang klaster perkantoran, setiap hari kami melakukan penyemprotan disinfektan,” imbuh Sundoro.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Sutarno mengatakan, butuh kerja sama antarinstansi dalam penanganan Covid-19. Apalagi kasus Covid-19 masih cukup tinggi.

”Saat ini kasus yang berkembang dari klaster keluarga dan perkantoran. Untuk itu, semua harus bersinergi dalam memutus rantai persebaran di wilayah Karanganyar. Tetap terapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap sekda. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP