alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Puluhan Pedagang Kios Stasiun Klaten Digusur: Tindakan PT KAI Sepihak

17 Oktober 2020, 09: 39: 54 WIB | editor : Perdana

Pedagang kios Stasiun Klaten menggelar aksi damai terkait sengketa sewa lahan di kawasan stasiun setempat, kemarin (16/10).

Pedagang kios Stasiun Klaten menggelar aksi damai terkait sengketa sewa lahan di kawasan stasiun setempat, kemarin (16/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pedagang kios Stasiun Klaten menggelar aksi damai di kantor DPRD setempat, kemarin (16/10). Mereka menyuarakan aspirasi terkait pemutusan perjanjian kontrak sewa lahan yang dilakukan PT KAI Daop 6 Jogjakarta. Pedagang menganggap tindakan tersebut hanya sepihak.

Aksi damai melibatkan 26 pedagang kios, sembari membentangkan kertas bertuliskan sejumlah tuntutan. Sebelum menggeruduk kantor dewan, mereka terlebih dahulu menggelar aksi di kawasan Stasiun Klaten.

“Kami terima surat dari PT KAI Daop 6 Jogjakarta tertanggal 13 Oktober. Tapi suratnya baru sampai 13 Oktober. Meminta kami mengosongkan kios paling lambat 31 Oktober. Waktu 18 hari mepet sekali,” ujar Sekretaris Paguyuban Perkiosan Stasiun Klaten (Pakisstalen) Bambang Mulyanto.

Bambang menuturkan, perintah pengosongan kios itu tanpa dialog maupun sosialisasi. Padahal, September lalu mereka terlanjur membayar perpanjangan perjanjian kontrak sewa kios. Terhitung untuk sewa satu tahun ke depan.

“Kami sudah menempati kios puluhan tahun. Tetapi tiba-tiba digusur. Kami juga sudah bayar sewa. Keadilannya di mana?” koarnya.

Aspirasi pedagang kios diterima Ketua Komisi I DPRD Klaten Eko Prasetyo dan jajarannya. Legislator berjanji bakal memediasi pedagang kios dengan PT KAI Daop 6 Jogjakarta. Masalah ini juga akan dikoordinasikan dengan anggota komisi II yang membawahi Dinas Perdagangan Koperasi dan UMK (Disdagkop dan UMK) Klaten. 

“Keluhan pedagang sudah kami terima. Mengeluhkan relokasi para pelaku UMKM ini. Kan mereka juga butuh lokasi baru. Kemarin kami sudah reses. Ini menjadi salah satu poin dalam laporan,” terang Eko.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto mengaku, lahan yang ditempati 26 kios itu merupakan aset PT KAI. Rencananya di lahan itu hendak dibangun berbagai fasilitas penunjang beroperasinya kereta rel listrik (KRL) Solo-Jogja. 

“Termasuk area parkir beserta fasilitas penunjang lainnya. Harapannya fasilitas ini segera dibangun. Karena uji coba KRL Jogja-Klaten dijadwalkan awal November,” jelasnya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP