alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Alun-Alun Giri Krida Bakti Segera Dibuka, PKL Dites Swab Dulu

17 Oktober 2020, 12: 31: 49 WIB | editor : Perdana

Warga beraktivitas di Alun-Alun Giri Krida Bakti, Wonogiri, kemarin. Tempat publik tersebut ditutup untuk aktivitas yang berpotensi mendatangkan massa sejak Maret lalu.

Warga beraktivitas di Alun-Alun Giri Krida Bakti, Wonogiri, kemarin. Tempat publik tersebut ditutup untuk aktivitas yang berpotensi mendatangkan massa sejak Maret lalu. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemkab berencana membuka Alun-Alun Giri Krida Bakti. Di antaranya untuk aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Guna memastikan semuanya berjalan lancar, PKL dites swab.

“Sebelumnya (tes swab PKL) sudah dikaji tim Satgas Covid-19 dan kami rapatkan bersama paguyuban pedagang. Ini wujud komitmen kami memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Wonogiri,” beber Pelaksana tugas (Plt) Bupati Wonogiri Edy Santosa.

Tes swab tersebut sekaligus sebagai jaminan kepada masyarakat bahwa PKL benar-benar sehat. Hanya pedagang yang negatif Covid-19 yang diizinkan berdagang di alun-alun. Mereka juga harus disiplin protokol kesehatan dan menjadi contoh publik.

“Ketika hasil swab (PKL) negatif semua, mereka ini yang boleh berdagang. Hasilnya mungkin keluar tiga hari, tergantung antrean di laboratorium," terang dia.

Menurut Edy, hasil uji swab bakal menjadi rekomendasi satgas kepada pemkab terkait rencana pembukaan aktivitas di alun-alun. Untuk diketahui, tempat publik itu ditutup sejak Maret lalu. Tak hanya PKL, warga diminta tidak berkerumun di lokasi tersebut.

Pengawasan protokol kesehatan PKL di alun-alun bakal diawasi Satgas Covid-19 dibantu tim pemantau dari pihak PKL. "Mereka (paguyuban PKL) membuat delapan sektor pemantauan. Kami juga bangun kebersamaan. Nantinya apabila terjadi dampak yang tidak diinginkan, sudah ada data yang kami pegang. Siapa yang berjualan, spot-spot-nya di mana,” bebernya.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri Wahyu Widayati menambahkan, hasil rapat bersama Satgas Covid-19 dan paguyuban PKL, jumlah pedagang di alun-alun bakal dibatasi. Maksimal hanya 30 persen dengan waktu berdagang bergantian sesuai jadwal yang diatur paguyuban.

Untuk wahana permainan anak belum diizinkan buka karena dikhawatirkan terjadi penularan Covid-19 lewat alat permainan yang dipegang banyak anak. 

"Aturannya memang banyak. Yang jelas, itu adalah wujud penerapan protokol kesehatan. Kami akan melakukan pengukuran (jarak lapak) terlebih dahulu. Jam buka juga diatur. Ini demi PKL dan masyarakat. Kami sarankan, ketika membeli makanan di sana (alun-alun), dibungkus saja biar tidak berkerumun,” paparnya.

Kapan pastinya alun-alun dibuka? Wahyu mengatakan, sempat ada rencana pada akhir pekan ini. Namun, masih menunggu hasil swab PKL keluar.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Giri Krida Bakti Supriono mengatakan, anggotanya yang di-swab kemarin sebanyak 67 orang. Sisanya sebanyak 43 pedagang belum dites swab.

Tes swab itu adalah salah satu syarat bagi PKL sebelum berjualan lagi di alun-alun. “Tergantung kami, kalau syaratnya bisa kami penuhi, (lapak di alun-alun) bisa dibuka lagi. Kalau kami tidak bisa menjalankan (protokol kesehatan), ya belum bisa dibuka," ucapnya. 

Terkait pengaturan jadwal berdagang, Supriono menuturkan, sebagian PKL dipersilakan berdagang selama sepekan, kemudian libur selama dua pekan. “Kalau buka gantian dua hari sekali, bisa ada yang tidak kebagian malam Minggu. Padahal yang  paling ramai kan saat itu," pungkasnya. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP