alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Seperti Api Abadi, Setahun Lebih Semburan Api di Bonagung Tetap Nyala

17 Oktober 2020, 13: 27: 28 WIB | editor : Perdana

Mbah Rebo menunjukkan semburan api di pekarangan rumahnya, kemarin.

Mbah Rebo menunjukkan semburan api di pekarangan rumahnya, kemarin. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Fenomena alam semburan api di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon masih dapat dilihat masyarakat. Bahkan, semburan itu sudah terjadi sejak Agustus 2019 silam. Namun, belum ada upaya pemanfaatan dari pemerintah maupun swasta.

Sebelumnya, tanah yang mengeluarkan semburan api tersebut pernah dibuat sumur dengan kedalaman 50 meter, tiga tahun lalu. Tetapi sumur tersebut tidak mengeluarkan air. Selang beberapa waktu, justru muncul semburan api dari bekas galian sumur itu.

Khawatir semburan api tidak terkendali, pemilik lahan, Rebo, kemudian memasukkan pipa sekitar 1 meter di lubang apir. Lalu ditutup dengan panci yang dilubangi. Tujuannya agar tidak menjalar ke mana-mana.

”Dimasukkan pipa dalamnya sekitar semeter, biar api tidak merembet ke mana-mana,” terang Rebo.

Rebo mengaku ikhlas jika lokasi setempat dijadikan tempat wisata. Dia tidak keberatan lahannya dijual atau disewa. Asal dengan harga yang setimpal. Jika lahannya disewa atau dibeli oleh pemerintah untuk lokasi wisata seperti Api Abadi di Mrapen, Grobogan yang padam, dia tidak keberatan.

”Dulu pas awal-awal banyak yang datang untuk melihat. Sedikit banyak membantu ekonomi warga sekitar. Kalau sekarang sudah tidak ada yang datang,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Bonagung Suwarno berharap ada campur tangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat jika lokasi tersebut akan dijadikan tempat wisata. Mengingat api abadi Mrapen di Grobogan telah padam. Sementara api Pekan Olahraga Nasional (PON) juga sering mengambil dari api abadi.

Jika memang potensi api abadi di lahan milik Rebo itu bisa digarap, kata Suwarno, Pemerintah Desa Bonagung akan berkoordinasi dengan pemerintah Desa Kalikobok.

”Karena lokasi tersebut tepat di perbatasan antara Desa Bonagung dan Desa Kalikobok,” terangnya. (din/adi/ria) 

(rs/din/per/JPR)

 TOP