alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Setelah 275 Tahun, Kelenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Punya Sertifikat

17 Oktober 2020, 15: 23: 36 WIB | editor : Perdana

Penyerahan sertifikat tanah Kelenteng Tien Kok Sie, kemarin.

Penyerahan sertifikat tanah Kelenteng Tien Kok Sie, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Setelah menanti 275 tahun, status tanah Kelenteng Tien Kok Sie akhirnya diakui negara. Pengurus rumah ibadah umat Tri Darma ini menerima sertifikat dari Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo, kemarin. 

Ketua Kelenteng Tien Kok Sie Sumantri Dana Waluya mengucap syukur atas turunnya sertifikat tanah tersebut. Akhirnya penantian panjang 275 tahun itu terkabul. Sejak dibangun 1745, bangunan berstatus cagar budaya ini belum memiliki kejelasan atas kepemilikan tanah dan bangunan.  

Setelah turun sertifikat ini, maka sudah ada kekuatan hukum atas status tanah rumah ibadah yang berada di dekat Pasar Gede tersebut. Pengurus berharap dalam waktu dekat bisa mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) 

“Dalam dua tahun terakhir ini kami (pengurus) mulai mengurus berbagai hal terkait kejelasan status kelenteng. Kami mulai dari mendaftarkan yayasan ini agar sah di mata hukum, kemudian mengajukan permohonan akan sertifikat tanah. Kami masih berupaya mengurus IMB agar lebih kuat di mata hukum untuk ke depan,” kata Sumantri.

Selama ini meski kelenteng sudah resmi dinyatakan sebagai cagar budaya lewat SK Wali Kota Surakarta No. 06-37/D/Jb/2012, baru saat ini bangunan yang hampir berusia tiga abad itu memiliki kejelasan status di mata hukum. 

“Kalau dulu keterangan penggunaan lahan ini hanya semacam palilah dari Keraton Kasunanan Surakarta. Dan semuanya itu lenyap karena banjir pada 1966. Pendahulu kami dulu mungkin belum menganggap sertifikat tanah ini penting karena status bangunannnya sudah cagar budaya. Namun, saat ini kami beranggapan surat-surat itu sangat penting untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan tradisi nenek moyang dan kelenteng bersejarah ini,” jelas Sumantri.

Sertifikat tanah itu diserahkan langsung oleh Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Dalam kesempatan itu, wali kota menyampaikan bahwa kejelasan atas kepemilikan tanah merupakan hal yang penting untuk menjaga suatu aset. Dia pun merasa bersyukur bisa memberikan sertifikat tanah tersebut di masa kepemimpinannya. 

“Ini hak semua warga, khususnya hak perlindungan terhadap umat beragama, cagar budaya, dan aset negara,” tutur dia. (ves/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP