alexametrics
Jumat, 30 Oct 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features
GONO GINI

Derita Bersuamikan Penggila Judi

18 Oktober 2020, 10: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Derita Bersuamikan Penggila Judi

BOLAK-balik masuk bui tak membuat Temon sadar diri. Dia semakin tergila-gila judi. Kondisi tersebut membuat Sipon frustasi dan akhirnya memilih cerai. 

Judi yang dimainkan Temon beraneka ragam. Mulai dari dadu, tjap tjie kia, judi remi, dan masih banyak lagi. Gara-gara judi pula, perekonomian keluarga terpuruk. Dari yang awalnya berada, sekarang utang menumpuk. “Ya itu, gara-gara judi,” keluh Sipon.

Sipon-Temon menikah sejak 2008 silam. Di awal menikah, Temon tak suka berjudi. Sipon menuturkan, Temon suka berjudi setelah anak kedua mereka lahir, sekitar 2014.

"Awalnya judi bola itu lho. Yang ajak tetangga-tetangga itu. Dari iseng, eh malah hobi," ungkapnya.

Sipon mengatakan, pernah suatu ketika Temon memasang taruhan judi bola hingga Rp 10 juta. Temon kalah. Tentu saja, uang puluhan juta itu tak berbekas. “Padahal uangnya itu tabungan untuk anak masuk sekolah, sama pegangan kalau ada keadaan darurat,” terang dia.

Sipon pun marah. Namun bukannya meminta maaf, malah Temon balik memarahi Sipon. Temon beralasan, kalah-menang judi itu hal lumrah. "Kalah pakai uangnya sendiri nggak masalah, lha ini pakai uang tabungan," tegas single parent ini.

Dari judi bola, Temon beralih ke jenis permainan lainnya. Hingga akhirnya ditangkap polisi pada 2016. Dia dibui selama tiga bulan. Bebas, Temon mengaku kapok. Berjanji tobat maksiat. Ternyata hanya sesaat. Temon kembali berjudi dan masuk bui lagi.

Sipon pun tak kuat. Temon sudah enam kali masuk bui dan pernah menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Sipon memilih cerai. Pada 2018, ketua majelis hakim salah satu Pengadilan Agama (PA) di eks Karesidenan Surakarta memutuskan mereka bukan pasangan suami istri lagi. 

Sekarang, Sipon menghidupi buah hatinya seorang diri. Mengandalkan hasil warung kelontong di depan rumahnya. Baginya, itu sudah lebih dari cukup. Meskipun Temon masih memiliki kewajiban menafkahi, tapi tak pernah dilakoni. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP