alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Modifikasi Holden Belmont 1976,No Paint No Gain

18 Oktober 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Modifikasi Holden Belmont 1976,No Paint No Gain

Rentetan trofi dari gelaran Kustomfest 2016 di Jogja Expo Center menahbiskan Petrus Bintang Paska Wijaya tak main-main menggarap Holden Belmont HJ Untility keluaran 1976 miliknya. Terutama sektor pewarnaan mobil.

PINKY Banditos. Itulah sebutan yang disematkan pria yang tinggal di Gremet, Manahan, Banjrsari, Solo itu pada tunggangan kesayangannya. Jubah Holden Belmont pikap ini memadukan warna pink, ungu, dan biru. Urusan paint job dipercayakan pada Yoes Brushead yang ngendon di Suronandan RT 03 RW 02 No. 10C, Madegondo, Grogol, Sukoharjo. Mas Yoes sarankan Bintang agar kuda besinya dilapisi cat konsep Chicano Style. 

“Awalnya ingin cat ulang dan restorasi total saja. Tetapi Mas Yoes usul seperti itu. Karena belum ada lowrider car seperti Pinky Banditos. Ya saya setuju. Asalkan tidak menghilangkan kemanisan pinky-nya,” ujar Bintang sembari terseyum lebar, Kamis (8/10).

Menunjang eksterior yang sudah outstanding, Bintang selaraskan bagian kaki-kaki. Supaya kesan elegan kian menonjol. Sepaket velg Og Wire Wheels R20 bertugas jadi sepatu Holden. Dibalut ban Accelera ukuran 245/45. 

Biar bodi Holden makin dekat dengan tanah, kaki-kaki ditopang 4 titik air suspension besutan Idone. Air suspension dipilih agar Pinky Banditos masih bisa buat daily.

“Interior nyaris semuanya ori. Cuma saya lapisi kain Oscar dan beludru warna pink. Mulai dari stir, jok, sampai doortrim. Total semua habis Rp 150 jutaan,” bebernya.

Pengorbanan Bintang tak sia-sia. Terjun pertama di ajang kontes, Pinky Banditos langsung menyabet sejumlah trofi. The Best Lowriders Cars, The Best Fuel Magazine, dan The Best Burn Out digondol dalam Kustomfest 2016 di Jogja Expo Center.

Setahun berselang, lagi-lagi Pinky Banditos berjaya di Jogja. Kali ini di ajang Automotive Showdown, 28-29 Januari 2017. Tiga trofi dibawa pulang ke Solo. Mulai The Best Australian Pride, Best Retro Modification, sampai Best Car Brand.

“Retro Classic di Jogja Bay dapat tujuh trofi. HIN dapat tiga dan Pasar Jongkok Otomotif (Parjo) dapat dua. Semua di JEC. Pernah juga di-display di BBQ Ride di Bandung setelah menang Kustomfest,” urainya bangga. (ryn/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP