alexametrics
Senin, 23 Nov 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

2 November Simulasi Tatap Muka,Sekolah Dorong Siswa Rapid Test Mandiri

20 Oktober 2020, 13: 13: 00 WIB | editor : Perdana

SMPN 4 Surakarta menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk pilot project uji coba pembelajaran tatap muka.

SMPN 4 Surakarta menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk pilot project uji coba pembelajaran tatap muka. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Solo bakal digelar awal NovembeR. Meski persiapan sarana prasarana dan perizinan sudah selesai, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta masih menunggu penjadwalan rapid test untuk guru. Selain itu, sekolah juga mendorong siswa melakukan rapid test mandiri. 

Kepala SMP Al Azhar Syifa Budi Mughfirin mengatakan, monitoring telah dilakukan dari disdik dan Satgas Covid-19 Kota Surakarta pada Senin (12/10) lalu. Dan SMP Al Azhar Syifa Budi menjadi salah satu pilot project simulasi PTM. Jika sukses, simulasi akan dilanjutkan SMP lain. 

"Kami mendapat info simulasi dilakukan pada 2 November nanti. Awalnya akan dilakukan 27 Oktober nanti, tapi karena ada cuti panjang, makanya diundur. Selain itu, kami masih menunggu jadwal rapid test juga, jadi menyesuaikan kondisi yang ada," terang Mughfirin. 

Selain itu, diakui dia, tidak semua wali murid kelas IX mengizinkan. Dari 81 siswa, hanya 32 siswa yang diizinkan, dua siswa belum mengonfirmasi, dua siswa masih ragu-ragu, dan 45 siswa tidak diizinkan mengikuti simulasi tatap muka. 

Pihak sekolah pun tak memaksakan siswa yang tidak mendapat izin dari orang tua. Mughfirin mengatakan, kebanyakan orang tua tidak memberikan izin karena khawatir anaknya tidak bisa menjaga jarak ketika di sekolah. 

"Jadi simulasi nanti hanya sedikit saja yang ikut. Paling satu kelas diisi 10 anak. Jadi masih sesuai protokol kesehatan (prokes). Sehingga ketika pengantar dan penjemputan siswa tidak terlalu crowded. Apalagi kami ada petugasnya. Baru nanti ketika kelas VII dan VII masuk agak kewalahan. Sehingga kami memaksimalkan dua gerbang sekolah," papar dia.

Secara teknis, gerbang depan untuk penjemputan siswa laki-laki dan gerbang samping untuk siswa perempuan. Selain itu, dari catatan-catatan dari disdik dan satgas untuk pembenahan sarpras dan teknis simulasi, dirasa sudah sesuai persyaratan. Mulai dari westafel, tim kesehatan sekolah, UKS, kamar mandi dan lainnya. 

Dikatakan Mughfirin, tatap muka tahap pertama akan dilakukan selama dua pekan dengan durasi belajar 3 jam. Jika sukses, durasi akan ditambah lagi menjadi 5 jam. 

“Untuk rapid test guru kemungkinan pekan depan. Karena kemarin rapat dengan yayasan kami sampaikan sekalian agar guru dan siswa ikut di-rapid. Maka, sekolah mendorong agar rapid test siswa juga dilakukan agar lebih aman. Karena guru dan siswa kami ada yang dari luar Kota Solo," terangnya. 

Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Solo Dwi Ariyatno mengatakan nota dinas permohonan fasilitas rapid test untuk guru dan petugas tata usaha (TU) sekolah baru diajukan ke Satgas Covid-19 Kota Surakarta. Sehingga simulasi PTM masih menunggu pelaksanaan dan hasil rapid test. 

"Target rencana 2 November sudah masuk. Itu untuk tiga SMP/MTsN. Kalau sukses kemungkinan masuk fase II ditambah durasi waktu belajarnya dari 3 jam menjadi 5 jam dengan istirahat 15 menit. Sekaligus simulasi interaksi siswa dengan prokes. Sedangkan 20 SMP lain memulai tahap uji coba fase I. Dan sekarang mereka masih masuk daftar tunggu," katanya. 

Begitu SMP dalam daftar tunggu mulai masuk, maka rapid test harus dilakukan. Hal tersebut sesuai standar Satgas Covid-19 Kota Surakarta. Selain itu, jika ada temuan reaktif, maka guru yang bersangkutan diminta untuk isolasi mandiri dan diarahkan untuk swab test.

"Kalau ada temuan reaktif, itu tergantung jumlah dan kondisinya. Yang jelas, kalau reaktif tidak dilibatkan dalam proses uji coba PTM. Kalau sesuai SOP, seharusnya lanjut swab dan karantina mandiri. Sehingga untuk PTM-nya, mestinya bisa jalan. Tapi tentunya putusan ada di gugus tugas untukk izinnya. Yang jelas, hasilnya pasti akan dilaporkan," pungkas Dwi. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya