alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Waspada Iming-Iming Bantuan Rp 700 Ribu, Syarat Hanya KTP & Foto

21 Oktober 2020, 16: 28: 16 WIB | editor : Perdana

Kades Sendang Sukamto Priyo Wiyoto.

Kades Sendang Sukamto Priyo Wiyoto. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Selama pandemi, beragam bantuan disalurkan ke masyarakat terdampak. Pendataan dilakukan secara ketat. Namun, di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota, ada yang menawarkan bantuan senilai Rp 700 ribu, cukup dengan menyerahkan fotokopi KTP dan pas foto 4x6 berwarna.

Dari sumber Jawa Pos Radar Solo di desa setempat menuturkan, tawaran bantuan tersebut diinformasikan pada forum kecil masyarakat dan beredar di WhatsApp (WA).

“Diminta dikumpulkan secara kolektif kepada koordinator acara. Tapi saya tidak tertarik karena curiga," ujarnya.

Menurut informasi yang diterima sumber tersebut, bantuan dijanjikan cair Januari 2021. Penerima akan mendapatkan Rp 700 ribu per bulan selama empat bulan. 

Kecurigaan warga karena syarat yang diminta sangat mudah. “Tidak ada formulir yang harus diisi. Waktu itu cuma dijelaskan kalau bantuan ini tidak ada unsur politik. Saya pribadi mempertanyakan, ini sebenarnya bantuan apa,” ungkap sumber.

Kepala Desa (Kades) Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota Sukamto Priyo Wiyoto mengakui, ada pihak yang meminta fotokopi KTP dan pas foto warganya. Pemerintah desa sudah menindaklanjutinya dengan melakukan penelusuran. Hingga saat ini belum ada warga menyerahkan fotokopi KTP dan foto diri.

“Ada warga yang mendatangi (pihak yang menjanjikan bantuan) bukan untuk mendaftar, tapi memperjelas petunjuk pelaksanaan dan teknisnya seperti apa. Takutnya disalahgunakan untuk pinjaman online,” tuturnya.

Kades mengapresiasi upaya warga memperjelas asal usul bantuan. Sebab, penerima bantuan yang sah dari pemerintah tidak bisa dobel. Artinya, ketika telah menerima bantuan dari pos tertentu, tidak dapat mendapatkan dari pos lainnya. 

“Kami tidak ingin menjatuhkan siapa pun. Hanya memberi imbuan agar masyarakat hati-hati. Menurut saya, ini kurang tepat. Tidak ada koordinasi ataupun perizinan dengan lingkungan maupun forkompimcam dan bisa memunculkan kerumunan orang. Mohon maaf, saya kurang sependapat. Lalu, itu hadir menjelang pesta demokrasi, menurut saya ini kurang tepat," beber Sukamto.

“Jangan mudah percaya dengan program yang belum jelas. Jangan sampai ada yang tertipu modus bantuan atau pinjaman online yang belum jelas kebenarannya," pungkas kades. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP