alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Cabut SE, Pemkot Kembali Larang Anak-Anak Berwisata, Masuk Mal & Pasar

24 Oktober 2020, 08: 20: 59 WIB | editor : Perdana

Pemkot melarang anak-anak masuk mal dan pusat keramaian lain demi menghindari ancaman penyebaraban Covid-19.

Pemkot melarang anak-anak masuk mal dan pusat keramaian lain demi menghindari ancaman penyebaraban Covid-19. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mencabut surat edaran (SE) Nomor 067/2386 tentang Perubahan Atas Pedoman Teknis Pelaksanaan Penanganan Covid-19 di Kota Surakarta. Salah satu poin yang dicabut adalah batasan usia minimal mengunjungi pusat perbelanjaan, objek wisata, dan pasar tradisional.

Sebelumnya, dalam SE tersebut, anak-anak usia 5 tahun ke atas diperbolehkan mengunjungi pusat perbelanjaan, objek wisata serta pasar tradisional. Aturan itu dibuat untuk mengakomodasi keinginan masyarakat dan pelaku usaha lantaran mal menjadi sepi tanpa anak-anak.

“Akan kami cabut (izin anak usia di atas 5 tahun masuk mal). Permintaan masyarakat dan pengusaha mal ternyata dampaknya nggak baik. Sebanyak 88 anak terpapar, padahal baru kami lepas (longgarkan) beberapa hari saja,” kata Rudy, kemarin.

Menurut Rudy, dampak buruk tersebut memiliki efek negatif terhadap dunia usaha. Selain itu, juga dapat berpengaruh buruk terhadap anak-anak di Kota Bengawan. Wali kota memberi saran bagi anak-anak yang ingin mendatangi mal untuk mengalihkan ke kegiatan lain.

“Anak-anak yang mau ke mal lebih baik duitnya ditabung saja. Biar belajar menjadi orang yang cerdas betul,” terang dia.

Sebagai pengganti aturan lama, wali kota akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta. Batasan baru bagi pengunjung mal akan kembali ke kebijakan lama, yakni minimal 15 tahun.

“Sudah, gitu aja, 15 tahun (yang boleh masuk mal). Mending diseneni wong waras (lebih baik dimarahi orang sehat) daripada diseneni wong loro (dimarahi orang sakit),” beber dia.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kota Surakarta Ahyani mengatakan, yang terkena Covid-19 memang didominasi remaja menuju dewasa. Secara spesifik, angka kasus Covid-19 yang menimpa anak-anak masih minim.

“Memang harus ada evaluasi. Kami lihat psikologisnya anak ketika berada di rumah terus. Setiap dua pekan kami lakukan evaluasi kebijakan,” pungkasnya. (irw/wa/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya