alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Kabid Pembinaan SMP Disdik Klaten Meninggal, Terkonfirmasi Covid-19

24 Oktober 2020, 16: 55: 36 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten berduka. Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Klaten, L, yang meninggal dunia pada Jumat (23/10) malam, ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu langsung diungkapkan oleh Tim Ahli Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito.

“Jadi tadi malam saya sudah konfirmasi ke kepala dinas pendidikan jika Pak L pada Jumat (16/10) pekan kemarin masih ikut rapat tentang pembelajaran tatap muka. Kemudian, sejak Senin (19/10), yang bersangkutan sudah izin tidak masuk kerja,” jelas Ronny kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (24/10).

L lantas memeriksakan diri ke rumah sakit dan didiagnosa dokter menderita sakit tipes. Pada Rabu (21/10), dilakukan tes swab dan hasilnya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hingga akhirnya pada Jumat (23/10) pukul 18.00, yang bersangkutan meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Dr Oen Kandang Sapi Solo.

Diketahui, L sempat melakukan perawatan di rumah sakit di Solo karena yang bersangkutan memang berdomisili di Kota Bengawan. Setiap harinya pun melakukan perjalanan bolak-balik Solo-Klaten sehingga memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Maka itu, tim satgas Covid-19 langsung mengambil langkah-langkah setelah mengetahui L terkonfirmasi positif Covid-19.

“Memang kebanyakan kasus positif Covid-19 yang memiliki riwayat mobilitas tinggi. Berangkat dari Solo ke Klaten, lalu kembali pulang ke Solo lagi. Maka itu, kami lakukan tracking untuk mengetahui Pak L terpapar di mana. Apakah saat di Solo, Klaten atau dalam perjalanan itu,” jelas Ronny.

Dari hasil tracking itu nantinya akan menjadi dasar kebijakan bagi lingkungan kantor Disdik Klaten. Apakah perlu di-lockdown atau tidak, guna memutus mata rantai persebaran Covid-19 di perkantoran. Meski begitu, akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan ke seluruh bagian ruangan.

Ronny juga mendapatkan informasi jika jajaran pegawai di lingkungan Disdik Klaten telah melakukan rapid test secara mandiri. Hasil sementara yang diterimanya seluruh pegawai lingkungan disdik nonreaktif. Meski begitu, tim satgas Covid-19 meminta agar tetap dilakukan swab test untuk memastikan apakah ada yang terpapar atau tidak.

“Besok Senin akan kami sampaikan kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Klaten agar meningkatkan kewaspadaannya. Jangan sampai klaster perkantoran terjadi. Protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan,” ucap Ronny.

Sementara itu, Kepala Disdik Klaten Wardani Sugiyanto menjelaskan, usai L terkonfirmasi positif Covid-19, langsung dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten. Wardani membenarkan jika L sempat mengikuti rapat mingguan di kantor, sebelum akhirnya izin untuk tidak masuk kerja.

“Yang terdekat, akan kami lakukan tes swab terutama teman-teman terdekat di bidang SMP. Total ada 12 pegawai, ditambah sebelumnya dalam rapat-rapat,” ucap Wardani.

Dia belum bisa memutuskan, apakah perlu dilakukan lockdown terhadap kantor Disdik Klaten atau tidak. Meski begitu, dirinya berharap agar seluruh hasil tes swab para pegawai di jajarannya negatif. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP