alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Dalem Tumenggungan, Cikal Bakal Radio Pertama di Indonesia

25 Oktober 2020, 08: 10: 59 WIB | editor : Perdana

KURANG TERURUS: Dalem Tumenggungan atau Taman Putra di Jalan Ronggowarsito No. 128, Banjarsari.

KURANG TERURUS: Dalem Tumenggungan atau Taman Putra di Jalan Ronggowarsito No. 128, Banjarsari. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

Bangunan Dalem Tumenggungan atau juga dikenal Taman Putra memiliki catatan sejarah penting. Sayangnya, kondisinya memprihatinkan, sehingga kesan mistis lebih banyak melekat dibandingkan peran bangunan tersebut.

KETERANGAN warga setempat yang tinggal secara magersari di kompleks tersebut, beberapa orang asing yang masuk Dalem Tumenggungan kadang merasakan kehadiran sesuatu yang berbeda. Kehadiran makhluk tak kasat mata.

“Katanya sih ada banyak (makhluk tak kasat mata). Mulai dari Noni Belanda sampai yang sosoknya menyeramkan,” kata Hendro, 43 Sabtu malam (24/10).

Di balik cerita mistis itu, Dalem Tumenggungan atau Taman Putra di Jalan Ronggowarsito No. 128, Banjarsari kerap digunakan sejumlah orang untuk bersemedi. Di antaranya dilakukan Bimo Yudho, 48, dan Dio Junianto, 40.

“Sebatas mencari ketenangan saja. Jadi nianya bertapa itu bukan untuk meminta sesuatu, tapi hanya semedi,” jelas Bimo.

Tapi keduanya belum pernah melihat langsung sosok yang sering diceritakan warga. Ada pula yang datang ke Dalem Tumenggungan untuk mencari bunda pusaka dan sebagainya. “Orang asli Solo ya biasa saja.  Paling ke sini untuk semedi, menenangkan pikiran,” timpal Dio.

Berdasarkan catatan sejarah, ketika bangunan masih ditempati salah seorang patih dari Pura Mangkunegaran, Dalem Tumenggungan kerap digunakan menyiarkan kesenian tradisional menggunakan pemancar radio. Seperti karawitan dan wayang orang.

Kepala Bidang Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Sungkono menjelaskan, keberadaan Solosche Radio Vereening (SRV) yang terbentuk 1 Apirl 1933 dan diketuai mengamali kekurangan dana untuk membeli pemancar radio baru.

Saat itulah SRV meminta bantuan kepada Mangkunegoro VII guna menutup kekurangan pembelian alat pemancar. Alhasil, radio pertama di tanah air itu melakukan siaran perdana pada 5 Januari 1934. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP