alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Restorasi Mercedes Benz W115, Ride Daily in VIP

25 Oktober 2020, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

ELEGAN BUAT HARIAN: Mercedes Benz W115 atau Mercy Mini milik Faried Muhammad Yamin yang mengusung konsep orisinalitas.

ELEGAN BUAT HARIAN: Mercedes Benz W115 atau Mercy Mini milik Faried Muhammad Yamin yang mengusung konsep orisinalitas. (ARIEF BUDIMAN-RYAN LEMON/RADAR SOLO)

Share this      

Kesan eksklusif muncul ketika melihat Mercedes Benz W115 (Mercy Mini) milik Faried Muhammad Yamin. Aliran VIP car diusung dalam merestorasi Mercy Mini miliknya. Lebih dari sekadar tunggangan harian, sedan klasik keluaran 1971 ini dipertahankan orisinalitasnya.

FARIED memulai proyek restorasi sejak 1994. Mercy Mini dibeli Cuma Rp 14 juta dengan wujud ala kadarnya. Bodinya penuh karat karena sudah bertahun-tahun mangkrak. 

“Dulu kondisinya mati total. Ketika saya bawa, tidak ada kaca dan mesin. Saya beli dan rombak total jadi orisinal,” ujar pria yang tinggal di Gading, Pasar Kliwon, Solo tersebut.

Proyek diawali repaint bodi, beli mesin baru kapasitas 2.500cc, dan mengganti instalasi kelistrikan yang tidak berfungsi. “Kalau tidak salah habis sekitar Rp 35 juta. Sekarang sudah jalan dan enak dikendarai. Menurut saya, classic car yang paling penting adalah orisinalitas dan yang kedua normal function,” imbuhnya.

Rampung mengganti jubah dengan cat orisinal yang didatangkan langsung dari Jerman, perburuan part orisinal dimulai. Selain dari ibu kota, Faried tak segan impor langsung part orisinal dari Jerman. Salah satunya kaca standar Mercy W115.

Orisinalitas interior juga dipertahankan Faried. Diakuinya, panel-panel interior harganya selangit. “Speaker-nya saya beli orisinal W115 merek Janssen Triaxial. Harganya sekitar Rp 10-15 juta. Bahkan sampai sekarang ada satu part yang belum dapat. Antena otomatis hidrolis,” katanya.

Kenyamanan mobil kian terasa saat dikendarai. Sebab konstruksi suspensinya menerapkan double wishbone di kaki-kai depan. Memiliki dua buah lengan untuk membantu kinerja suspensi. Sedangkan di bagian belakang, konstruksi suspensinya semi trailing arm. 

Kaki-kaki nyaman ini ditopang velg Intra FHA-H ET30 R14 full aluminium. Dibalut ban GT Radial 205/75. Biar kesan klasik lebih menonjol, tepian ban dijejali wide strip putih. “Total biaya rombak mobil ini habis lebih dari Rp 200 juta,” katanya bangga.

Perjuangan Faried selama lebih dari 25 tahun terbayar lunas. Kelar restorasi, Mercy Mini miliknya langsung terjun di ajang kontes di Bandung, Jawa Barat. Menggondol penghargaan Best Classic Cars. Serta deretan penghargaan Best Original di berbagai kontes. (mg7/mg11/ryn/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP