alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Tren Henna Art Dipadukan Gaya Lokal

Putih lebih Terlihat Glamor

25 Oktober 2020, 14: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Tren Henna Art Dipadukan Gaya Lokal

Lukis tangan Henna Art booming beberapa tahun terakhir. Kini motifnya tidak hanya khas Timur Tengah, tapi sudah dipadukan motif lokal.

HENNA art sempat dianggap tabu. Tapi seni lukis tangan dengan pewarnaan dari tanaman Timur Tengah ini semakin populer. Meski bahan pewarnanya masih impor, namun peminatnya semakin banyak. Motifnya juga beragam, bahkan motif batik Kawung pun ikut diadopsi.

”Tiap tahun ada pergeseran tren. Baik dari segi warna sampai motifnya. Dulu tak dikenal, sekarang terasa tak lengkap tanpa lukis Henna Art. Khususnya buat pengantin, tunangan maupun acara resepsi lainnya. Bahkan ada body painting henna buat karnaval,” ungkap volunter Komunitas Henna Sragen Dwi Rohmani Novetiwati Mufidah.

Merah marun dan ceri menjadi warna henna yang biasa dipakai. Lalu berkembang dengan warna-warna yang lebih glamor. Seperti hitam, biru, hijau, emas hingga putih. Dua tahun terakhir, henna putih dengan tambahan glitter dan permata menjadi favorit. Kesan glamor dan mewah berpadu dengan riasan yang menambah kesan wah.

”Sekarang henna putih makin mendominasi pasar. Karena kesan glamor dan mewahnya. Tapi ngelukisnya juga lama, tiga kali kerja,” katanya.

Dimulai dari pelukisan motif, pemberian lem (yang tentu aman untuk tangan), baru penambahan glitter dan jewels untuk menambah kesan mewah dan glamor. Henna putih juga untuk menyelaraskan dengan make up.

”Selain itu, henna putih sangat cocok ketika dipadukan dengan make up saat difoto. Antara make up dan hennanya saling melengkapi sehingga hasil foto juga lebih bagus. Tapi kurang awet di tangan karena mudah mengelupas,” katanya.

Ketua Komunitas Henna Artist Soloraya Tri Mulyani menambahkan, ada beberapa style Henna Art, di antaranya Arabic style dan Indian style. Peminatnya segala umur, tak hanya dewasa. ”Dari anak umur 5 tahun saja sudah banyak yang suka,” bebernya.

Kini, untuk menaungi para pecinta Henna Art, para pelukis mulai membuat wadah komunitas. Mereka dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, guru hingga ibu rumah tangga.

”Untuk motif ada sedikit pergeseran. Meski gayanya masih berkutat motif India yang menonjolkan bunga maupun Arabic dengan rintik-rintik. Bisa dipadukan. Bahkan ada yang dimodif dengan motif batik Kawung. Yang menambah kesan kuno yang kasual,” tandasnya. (rgl/mg2/mg7/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya