alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Skuad Persis Kian Menipis, 6 Pemain Izin Pulang Kampung

27 Oktober 2020, 14: 02: 50 WIB | editor : Perdana

Kiper utama Persis Solo, Sendri Johansyah saat masih berlatih dengan tim pekan lalu.

Kiper utama Persis Solo, Sendri Johansyah saat masih berlatih dengan tim pekan lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sejak skuad Persis dikumpulkan kembali beberapa waktu lalu untuk persiapan Liga 2 2020, hanya ada satu pemain yang belum bisa bergabung. Yakni Joko Susilo. Eks PS TNI tersebut masih harus bertugas di Makostrad Jakarta dan. izin dari kesatuannya untuk kembali latihan bersama Persis belum turun.

Namun, di tengah ketidakjelasan pelaksaan kompetisi, saat ini bukan hanya Joko yang tercatat absen dari latihan bersama Persis. Sebab, satu per satu pemain belakangan mengajukan izin untuk pulang kampung. Enam pemain izin dengan berbagai alasan keperluan.

Diawali pekan lalu, Bruno Casimir izin pulang ke Tangerang karena ingin fokus ke penyembuhan cedera di kakinya. Kemudian, Ali Budi pulang ke Kalimantan Selatan karena istrinya akan melahirkan.

Beberapa hari kemudian, Iman Budi juga izin ke Malang dengan alasan ada acara keluarga, sedangkan Sansan Fauzi dipanggil kesatuannya di Jakarta. Kabar terbaru, Sabtu (24/10) malam, kiper Sendri Johansyah juga pulang ke Pemalang dengan alasan ingin mempersiapkan acara nikahnya. Di hari yang sama, Syahroni izin meninggalkan mes karena ada keluarganya yang meninggal dunia.

Manajemen tak bisa mencegah karena alasan pemain tersebut memang bisa diterima. Manajer Persis Hari Purnomo tak bisa berbuat banyak. “Ini karena kompetisi belum jelas, jadi kami izinkan. Kalau jelas, tentu akan kami perketat perizinannya,” ujarnya.

Hingga saat ini, Persis menjadi salah satu dari beberapa klub yang masih bertahan dengan tim. Itu meski kompetisi 17 Oktober sudah resmi batal dan wacana kompetisi di awal November pun kemungkinan kecil terealisasi. 

“PSSI dan PT LIB (operator Liga 2) masih bikin bingung. Sebenarnya kompetisi statusnya gimana, jadi atau tidak? Kalau tidak, ya kami tentu inginnya pemain diliburkan lagi,” pungkas Hari. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya