alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Inovasi Aplikasi Tebak Raja, Mudah Belajar Aksara Jawa Ala Game Online

27 Oktober 2020, 23: 40: 40 WIB | editor : Perdana

Eryenta dan Dji Hanafit yang menginisiasi aplikasi Tebak Raja.

Eryenta dan Dji Hanafit yang menginisiasi aplikasi Tebak Raja. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

Aksara Jawa merupakan kekayaan budaya yang tak ternilai. Bahkan menjadi salah satu mata pelajaran. Tapi sayangnya, cukup sulit dipelajari. Tapi itu dulu. 

RAGIL LISTYO, Solo, Radar Solo 

KESULITAN dalam mempelajari aksara Jawa, direspons mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Eryneta Nurul Hasanah. Bersama rekannya, Dji Hanafit dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin, mereka membuat aplikasi belajar aksara Jawa yang diberi nama Tebak Raja. 

Tebak Raja dikemas seperti permainan online lainnya. Pengguna bisa belajar membaca aksara Jawa di mana saja dan kapan saja. Dengan aksara Jawa yang digunakan sebatas kata yang mengandung aksara murda, aksara swara, dan angka.

"Tebak Raja mengharuskan peserta didik atau pengguna menulis huruf latin dari aksara Jawa yang muncul di layar aplikasi. Jika mereka tidak bisa menjawab, ya mereka tidak bisa lanjut ke level selanjutnya," ungkap Eryn, sapaan akrab Eryneta Nurul Hasanah.

Dengan cara itu, pengguna aplikasi lebih tertantang dan termotivasi belajar aksara Jawa. Seiring bertambahnya poin dan level, maka tingkat kesulitan bertambah. Dengan susunan huruf yang lebih banyak. Aplikasi permainan Tebak Raja masih dikembangkan untuk hasil optimal agar dapat diakses masyarakat luas.

Aplikasi permainan Tebak Raja ini telah diujicobakan pada 11 siswa di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 15 September lalu. Dari hasil uji coba, siswa tidak mengalami kesulitan. Respons mereka juga baik karena merasa lebih mudah mempelajari aksara Jawa. 

“Kami akan terus kembangkan agar permainan ini semakin mudah dan menarik. Tentunya dikembangkan agar tidak hanya untuk jenjang SMP, namun juga SD dan SMA," ujarnya.

Eryn juga menyadari jika penggunaan aksara Jawa dalam kehidupan sehari-hari sudah jarang ditemui. Oleh sebab itu, menurut dia, perlu adanya inovasi agar kekayaan budaya itu tetap diminati. (*/wa/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya