alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Antisipasi Cuaca Ekstrem Imbas La Nina, Solo Cadangkan Dana Rp 153 M

27 Oktober 2020, 23: 51: 09 WIB | editor : Perdana

Dandim 0735/Surakarta Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji (kiri) dan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak cek kesiapan peralatan dan personel pada apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Plaza Manahan, Selasa (27/10).

Dandim 0735/Surakarta Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji (kiri) dan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak cek kesiapan peralatan dan personel pada apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Plaza Manahan, Selasa (27/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Seluruh wilayah eks Karesidenan Surakarta pasang kuda-kuda mengantisipasi dampak cuaca ekstrem imbas La Nina. Kesiapan sarana prasarana dan personel dimatangkan. 

Di Kota Solo, digelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang dipusatkan di Plaza Manahan, Selasa (27/10). Apel diikuti jajaran pemkot, unsur TNI-Polri, SAR, serta pihak terkait lainnya.

Salah satu dampak yang diantisipasi adalah angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang. "Kami mengimbau warga, jika hujan lebat dan angin kencang, jangan berteduh di bawah pohon karena dapat membahayakan jiwa," terang Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo di sela-sela kegiatan. 

Terkait potensi banjir, kata Rudy, pemkot telah melakukan antisipasi sejak dini. Di antaranya mengoptimalkan fungsi drainase. Seperti drainase di Jalan Ir Juanda yang telah diperlebar. Termasuk perbaikan sejumlah talut.

Untuk dukungan anggaran antisipasi bencana, pemkot mengalokasikan Rp 153 miliar. Nominal tersebut dapat ditambah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta Gatot Susanto menyebut, lebih dari 50 persen pohon di Kota Bengawan berusia tua. Pohon yang keropos, dahan rimbun dan membahayakan segera ditebang. 

“Sudah koordinasi dengan Pak dandim dan Pak kapolres, siap mem-back-up tenaga dan peralatan bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan pohon," terangnya. 

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menuturkan, apel gabungan tersebut bertujuan mempererat koordinasi penanganan dampak cuaca ekstrem. 

"Sesuai prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) ada potensi bencana akibat fenomena La Nina di Tanah Air. Kami perlu melakukan kesiapsiagaan mulai dari sekarang," tegasnya. 

Kesiapsiagaan tersebut antara lain pengecekan semua peralatan kebencanaan. Mulai dari mesin pemotong pohon, mobil ambulans, perahu karet, logistik, tim medis, dan lainnya. Termasuk menerjunkan sebanyak 932 personel gabungan TNI, Polri, pemkot, dan relawan kebencanaan. (atn/wa/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP