alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Banyak Anak-Anak Susah Diatur di Masa Pandemi, Sragen Launching PKSAI

28 Oktober 2020, 13: 44: 27 WIB | editor : Perdana

Launching PKSAI Sragen, kemarin (27/10). Rumah pelayanan ini untuk menampung permasalahan pada anak.

Launching PKSAI Sragen, kemarin (27/10). Rumah pelayanan ini untuk menampung permasalahan pada anak. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sragen mengklaim angka kasus permasalahan anak telah tertangani sebanyak 47 kasus. Untuk memberi perlindungan anak, didirikan rumah pelayanan sosial terintegrasi berupa Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI).

Rincian kasus anak di Sragen yakni dalam situasi darurat satu kasus, berhadapan dengan hukum tiga kasus, HIV/AIDS dua kasus, korban kejahatan seksual empat kasus, disabilitas tiga kasus, korban perlakuan salah dan penelantaran 33 kasus, dan perilaku menyimpang satu kasus.

Plt Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan, tingkat kerentanan yang terjadi pada anak siginifikan. Apalagi memasuki masa pandemi Covid-19, anak-anak tidak sekolah dan belajar melalui daring di rumah.

”Banyak orang tua yang masih lalai, dan justru lebih mementingkan main gadget-nya sendiri daripada memperhatikan pendidikan anaknya,” ujar Dedy saat peresmian PKSAI, kemarin.

Dia menyatakan, pada masa pandemi ini banyak anak yang menjadi susah diatur. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memikirkan langkah mengembalikan karakter anak kembali seperti era sebelum pandemi.

”Ini bisa membutuhkan waktu yang lama, menurut saya, bisa sampai 4-5 tahun jika anak tidak dididik dengan baik. Maka perlu dipetakan kembali, ada berapa dan apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan sifat dan karakter anak sebelum pandemi ini,” ungkap Dedy.

Dengan adanya PKSAI di Kabupaten Sragen diharapkan layanan kesejahteraan dan perlindungan anak bisa lebih terarah, komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan. Terutama bagi anak dalam situasi rentan atau anak yang berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran, perlakuan salah, dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus (AMPK). PKSAI ini juga mengayomi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Dedy menambahkan, pemkab siap dalam penanganan dan perlindungan terhadap anak. Pelayanan anak dan keluarga ini diwujudkan dengan memaksimalkan PKSAI Dinsos Sragen.

”Tidak hanya sekadar launching, tapi ini perlu komitmen bersama untuk memiliki upaya pencegahan dan pengurangan risiko yang menjadi masalah anak-anak,” tegas Dedy.

Kepala Dinsos Sragen Joko Saryono menyampaikan, kehadiran PKSAI di Sragen tak lepas dari prakarsa Kementerian Sosial RI bersama UNICEF serta Yayasan Setara Semarang. PKSAI merupakan kolaborasi layanan, sebagai upaya yang terarah, terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan dalam penanganan persoalan anak.

”Masih banyak keluarga rentan dan meningkatnya penemuan permasalahan sosial anak di Kabupaten Srage. Adanya lembaga pemerhati permasalahan anak di Kabupaten Sragen memerlukan dukungan dan kolaborasi dalam penanganan deteksi dini kerentanan anak dalam keluarga,” beber Joko. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya